sms gratis melalui fb dan fs

Langkah nya gampang nd pake ribet. Jamin !!
1. Buka akun friendster / facebook mu
2. Buka halaman http://www.dodotext.com
3. Ntar ntu halaman bakal nawarin 2 pilihan.
Add our Friendster Application

Add our Facebook Application

tinggal diKlik mw diAdd dimana ni app.
4. Selanjutnya tinggal di Allow ajah ni applikasi sebagai Apps di akun Friendster/Facebook.
5. Kalo di Friendster ni app masuk dalam tag Menu Apps

Free Download Need For Speed Carbon +19 Mega Trainer












Daripada banyak omong yang gak jelas , mending langsung download via Ziddu di sini atau http://www.ziddu.com/download/12840432/1154510041-Trainer-19.zip.html

download adop photo shop

Adobe Photoshop, atau biasa disebut PhotoshopSotosop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , dan versi yang terakhir (kesebelas) adalah Adobe Photoshop CS4. (wikipedia)
Berikut ini, photoshop sudah ada versi CS 5. Buat yang mau nyobain, sok liat dibawah ada link downloadnya
Adobe Photoshop CS5 - software gratis, serial number, crack, key, terlengkap

cheat point blank guns

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3Nv6tX523Sm5IO6uc-jH9xogqb6SIzCY5ZEXXSXjWA0MtD52N4YazpzKKVZbQKlKrhXTOUJvVcn6aWHm-_8nxtJpw7-uxpD23nlIKVArW9oQmNKKopQpi-9KV9vu-bSIjb8d-mNm2erzI/s1600-r/01.jpg

ALT TAB ON = F1
ALT TAB OFF = = F2
WS ON = HOME
WS OFF = END
HACK GRADE+TITLE = F12
CARD MISSION FFF = F5
CARD MISSIOM 000 = F6
MAP HACK ON = ??? CARI SENDIRI
MAP HACK OFF = ??? CARI SENDIRI
HACK CHAR-HELM-BARET SG = NUMPAD 1
HACK-CHAR-HELM-BARET ASSAULT = NUMPAD 2
HACK-CHAR-HELM-BARET AWP = NUMPAD 3
HACK-CHAR-HELM-BARET SMG = NUMPAD 4
SPION ON = INSERT
SPION OFF = DELETE


[-] BT/DC TERGANTUNG CARA ANDA DAN HRS MENGGUNAKAN TIMING...!!!
[-]TUK WS On saat memulai Play dan Off saat Loading screen Play.

Download di sini

anti virus artav made in Indonesia

Nama Artav mungkin tidak setenar nama antivirus lokal yang lainnya, namun Artavsudah dinobatkan sebagai antivirus terbaik dari 5 antivirus lokal terbaru pada salah satu forum online,pada kali ini saya akan mencoba berbagi tentang antivirus artav.

Antivirus Artav diciptakan oleh siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung yang bernama Arrival Dwi Sentosa, walau diciptakan oleh anak SMP, namun Artav memiliki fitur-fitur yang komplit dan variatif, serta cukup tangguh dalam membasmi berbagai macam virus terbaru

Artav diciptakan dengan basis visual basis dan memiliki fitur yang beragam, diantaranya Realtime Protection, Anti Hacker, Mail Scanner, USB Protected dan Link Scanner, Bahkan di versi terbarunyaartav 2.4, Artav menambahkan fitur Worm Detector dan Rootkit Detector.

Dengan dukungan hampir 2.000 jenis dengan hampir 500.000 varian virus, Artavberhasil membasmi virus terbaru yang tengah menjangkiti banyak komputer seperti W32/Sality dan VBS/yuyun, sementara itu kecepatan scanning Artav bisa dibilang lumayan cepat.

Bagi anda yang tertarik dengan Artav, anda bisa mendapatkan pada tautan berikut ini


Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya bangga memiliki tunas-tunas muda yang kreatif dan inovatif, jadi saya sarankan setelah anda download Artav, jangan lupa untuk memberi donasi bagi kelangsungan karya yang kreatif dan inovatif dari tunas muda kita.

tugas mid meteorologi iklim dan cuaca

1. Atas dasar apa saja atmosfer terbagi atas lapisan? Apa perbedaan fisis yang penting dari tiap lapisan tersebut. Beri penjelasan singkat masing-masing karakteristik lapisan tersebut.
JAWAB:
> Atas dasar perbedaan suhu vertikal atmosfer bumi terbagi menjadi lima lapisan.
> perbedaan fisis yang penting dari tiap lapisan tersebut ialah:
a. Troposfer
>Lapisan yang paling bawah dengan ketinggian 0 - 15 km
>Suhu lapisan troposfir : 17 - -52 oC
>Kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini
> Terdapat lapisan Tropopouse ialah lapisan transisi antara lapisan troposfer dan stratosfer terletak antara 8 – 12 km di atas permukaan laut (dpl).
>Terjadi fenomena iklim seperti awan, jatuhnya hujan, salju, hujan es.
b. Stratosfer / Stratosfir
> berada di atas lapisan troposfer Ketinggian stratosfer : 15 - 40 km
>Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius. suhu akan semakin meningkat dengan meningkatnya ketinggian.
>terdapat Lapisan ozon yang berfungsi untuk menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan ini
> terdapat lapisan Stratopouse ialah lapisan transisi antara lapisan stratosfer dan mesosfer.
c. Mesosfer / Mesosfir
> terletak di atas stratosfer Ketinggian: 45 - 75 km
> Suhu lapisan stratosfer : -140 derajat celcius. Suhu di lapisan ini akan menurun seiring dengan meningkatnya ketinggian. Suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang terdiri atas kristal-kristal es
>terdapat lapisan mesopouse ialah Daerah transisi antara lapisan mesosfer dan termosfer disebut
d. Termosfer
> Ketebalan themosfer : 75 - 100 km
> Suhu lapisan stratosfer : 80 derajat celcius. Suhu pada lapisan ini akan meningkat dengan meningkaknya ketinggian.
> disebut juga lapisan ionosfer karena gas-gas akan terionisasi.
e. Eksosfer / Eksosfir atau atmosfer luar
> Ketebalan eksosfer : 500 - 700 km
> Suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius
> Tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg
> kandungan gas-gas atmosfer sangat rendah
> Batas antara ekosfer (yang pada dasarnya juga adalah batas atmosfer) dengan angkasa luar tidak jelas.
2 .apa penyebab udara basa naik? Apa penyebab ( parsel ) udara yang lebih panas naik ?
. Penyebab udara basah naik:
Angin adalah gerakan udara yang disebabkan perubahan suhu, yang selanjutnya yang menyebabkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah suhu rendah ke daerah suhu tinggi. Jadi angin bertiup dari daerah tekanan tinggi (suhu rendah) ke daerah tekanan rendah (suhu tinggi ).
Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara hangat menyebar dan menjadi dingin.Karena sekarang lebih dingin, udara itu tak dapat lagi menahan uap airnya.Sebagian uap air itu mengembun pada butir-butir debu dalam atmosfer
Udara basah yang naik ktika ia melalui gugsan gunung membentuk daerah hujan mendadak (bila tidak stabil). Hujan lebat sering terjadi di kawasan pantai dengan pegunungan yang tingg, terjal dan dekat dengan pantai.
Suatu kawasan kering bayangan hujan sering terjadi dibalik gugusan kawasan pegunungan. Angin yang bertiup turun di balik gunung yang cukup tinggai menjadi hangat dari pada angin pada ketinggian pada sisi hadapan angin .
Banyaknya hujan selama bulan- bulan monsun tergantung dari antara lain:
• Variasi harian dari hujan yang turun pada berbagai kawasan
• Curah hujan bertambah nyata dengan naiknya ketinggian pada ketinggian tertentu
• Banyaknya ketersedian uap air di udara
• Suhu laut di sekelilingnya
• Ketika palung monsun giat dan berpindah,
• Banyaknya dan lamanya periode kering ‘istirahat’
Sebenarnya, banyak angin menyebabkan sesuatu, namun gaya dasar yang terjadi adalah bahwa udara lebih panas di beberapa tempat daripada di lain. Beberapa hal menyerap panas, lain mencerminkan, dan yang menyebabkan udara di sekitarnya menjadi panas atau dingin. naik udara panas, dan udara dingin bergegas untuk mengambil tempatnya.


Ada banyak faktor lain yang masuk ke dalamnya: berapa banyak air di udara, di mana bangunan dan pohon, gerakan bumi, lapisan udara, sudut matahari (atau ketiadaan), dll


Sebab utama
terjadinya awan Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara hangat menyebar dan menjadi dingin.Karena sekarang lebih dingin, udara itu tak dapat lagi menahan uap airnya.Sebagian uap air itu mengembun pada butir-butir debu dalam atmosfer dan membentuk titk-titik air. Titik air kelewat kecil ini melayang di udara. Gerakan udara naik atau arus udara juga menahannya hingga tidak jatuh. Jutaan titik air semacam itu melayang bersama dan membentuk awan.Sewaktu naik ke atmosfer atas, udara pun menjadi dingin dan terbentuklah awan.


Ketika turun dari ketinggian, udara pun menjadi lebih hangat dan awan menghilang. Bentuk awan bermacam-macam. Bentuk awan tergantung pada keadaan cuaca.
3. Penyebab orang merasa dingin pada saat angin berhembus:?apa nama peristiwa tersebut
Angin diartikan secara mudah, yaitu udara yang bergerak. Jadi, setiap udara yang bergerak itu, maka disebut angin.
Angin mempunyai jenis yang bermacam-macam. tetapi prinsip kerja jenis angin ini sama, yaitu keadaan dimana udara bergerak.

Penyebab bergeraknya udara ini juga sama dengan penyebab angin yang bisa berhembus, yaitu karena adanya perbedaan tekanan udara disekitar angin tersebut. Sebagaimana pengertian dari sebuah tekanan, yaitu besaran yang ditimbulkan dari adanya gaya yang dilakukan oleh suatu luasan tertentu.
4.Mengapa pada saat turun hujan lebat udara terasa lebih panas:
Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba saat ini karena angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah, sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi. Penguapan yang intensif diperkuat dengan kondisi MJO (Madden-Julian Oscilation) yang mengindikasikan konveksi kuat. Akibatnya udara hangat yang mengandung uap air didorong cepat ke atas mencapai daerah yang sangat dingin, dan kemudian terjadilah hujan lebat.
6.dapatkan perumusan dT/dZ untuk kondisi udara basah ( MALR ). Kaitkan bentuk perumusan tersebut dengan perumusan untuk kondisi udara kering ( DALR )?
Jawab :
The MALR (basah adiabatik Selang Rate) juga disebut jenuh adiabatik lapse rate atau basah. Ini adalah suhu lintasan sebidang mengambil udara jenuh. Selang Tingkat adiabatik kering adalah konstanta dekat 9,8 C / km, namun, selang tingkat adiabatik basah adalah jauh lebih sedikit dari konstanta. Selang Tingkat adiabatik basah bervariasi dari sekitar 4 C / km untuk hampir 9,8 C / km. Kemiringan adiabats basah tergantung pada kelembaban udara. Yang lebih banyak uap air (uap air) yang ada di udara, semakin panas laten yang bisa dilepaskan ketika terjadi pengembunan (pelepasan panas laten menghangatkan bingkisan sementara penyerapan panas laten mendinginkan paket). Setiap rilis pemanasan dengan panas laten sebagian mengimbangi pendinginan udara naik. Perhatikan pada T-miring bahwa adiabats kering dan basah menjadi hampir bersamaan di troposfer atas. Hal ini disebabkan oleh cuaca dingin suhu yang sangat tinggi (udara dingin tidak memiliki uap air yang banyak dan karena itu tidak dapat melepaskan panas laten banyak) Kemiringan adiabats basah adalah 4 sampai 5 C / km di hangat dan lembab udara yang sangat (lifting ini jenuh udara melepaskan sejumlah besar panas laten). Hangat dan lembab udara dalam PBL memberikan kontribusi untuk ketidakstabilan atmosfer . Ini dan lembab paket hangat, karena mereka hanya dingin perlahan-lahan dengan ketinggian, memiliki kesempatan yang baik dari sisa lebih hangat dibandingkan udara lingkungan sekitarnya dan dengan demikian akan terus meningkat. Bahkan, lapisan planet batas adveksi udara hangat dan adveksi kelembabanadalah nomor 1 kontribusi untuk membuat troposfer termodinamika tidak stabil ( High CAPE , LI negatif


Rumus untuk selang tingkat adiabatik lembab

MALR = dT / dz = DALR / (1 + L / DWS * Cp / dT)

Setiap istilah dalam persamaan adalah konstan kecuali untuk PRT / dT. DWS / dT adalah perubahan saturasi rasio pencampuran dengan perubahan suhu. Rasio pencampuran perubahan saturasi pada tingkat terbesar di suhu hangat. Peningkatan suhu 80-90 F akan mengubah saturasi rasio pencampuran lebih dramatis daripada mengubah suhu 30-40 DWS F. Jadi / dT lebih tinggi di udara hangat. Sebagai PRT / dT menjadi lebih besar, penyebut pada persamaan MALR menjadi lebih besar dan dengan demikian MALR menjadi kurang. Matematika contoh: 1 / 4 adalah angka yang lebih kecil dari 1 / 3 karena 4 dalam penyebut lebih besar dari 3. Dalam hangat dan lembab udara yang sangat, MALR akan berada di dekat 4 atau 5 derajat Celcius per kilometer. Pada suhu yang sangat dingin, DWS / dT adalah kecil, sehingga penyebut ini dekat dengan satu dan MALR adalah dekat dengan DALR (9,8 C / km). Ketika PRT / pendekatan dT nol, penyebut menjadi 1 dan MALR = DALR.
Rumus untuk rasio saturasi pencampuran adalah: Apakah = 0.622Es / (P - Es). Oleh karena itu Apakah tergantung pada tekanan dan Es dari udara. Ini adalah temperatur yang menentukan daya dukung kelembaban udara. Ingat bahwa Es ditemukan dengan mencolokkan T ke persamaan Clausius-Clapeyron . Oleh karena itu, pada akhirnya, Apakah tergantung pada suhu dan tekanan.
Jika ketidakstabilan hadir, ketidakstabilan akan meningkat lebih lanjut saat PBL pengalaman naik dewpoints (di atas 55 F dan naik). Petir jauh lebih umum di musim hangat. lembab naik paket dan Hangat udara sejuk tidak secepat naik bidang udara dingin. Sejak lembab naik paket dan hangat dingin pada tingkat lebih lambat dengan ketinggian (karena untuk melepaskan panas laten lebih dari udara dingin), tanah yang lebih cenderung tetap hangat daripada udara lingkungan dan meningkat akibat daya apung positif.





7. apa perbedaan antara dry dan moist pada analisis parsel udara dengan diagramtermodinamik? Apa makna CIN dan CAPE pada diagram tersebut?
Tabel 2: Perubahan Fase Air
Arah Perubahan Fase Termodinamika Efek
akan lebih rendah fase energi
(Es cair-> uap->) panas dilepaskan
(Menghangatkan udara)
akan fase energi yang lebih tinggi
(Uap cair-> es->) panas yang diserap
(Mendinginkan udara

Perbedaan terbesar dalam perilaku antara lembab dan termodinamika udara kering dalam proses pendinginan ditemui under lifting paket udara. Hal ini karena ketika udara yang mengandung uap air diangkat itu mulai dingin di lapse rate adiabatik kering. Tapi ketika mencapai suhu titik embun nya, kejenuhan terjadi, dan tetesan air mulai mengembun di dalam bingkisan naik, membentuk awan. Dengan larutan memulai proses pelepasan panas laten dalam paket (lihat Tabel 2 di atas). Ketinggian di mana terjadi saturasi disebut tingkat kondensasi angkat (LCL) dan mendefinisikan dasar awan. The LCL tergantung pada kelembaban relatif awal paket. udara kering (dengan kelembaban relatif rendah) harus diangkat lebih tinggi untuk jenuh. Awan akan bentuk yang lebih mudah, udara lebih lembab meningkat adalah.
Ketika udara terus naik di atas LCL, air terus mengembun. Hal ini karena kondensasi ini hanya cukup untuk terus menjaga paket jenuh (Anda tidak dapat memadatkan lebih daripada yang diperlukan untuk mencapai saturasi). Proses ini terus melepaskan panas laten, pemanasan paket udara meningkat, untuk sebagian mengimbangi pendinginan adiabatik. Sebagai hasilnya, bingkisan jenuh mendingin lebih lambat dari sebidang kering. Selang Tingkat adiabatik basah biasanya sekitar 6,5 ° C / km (dibandingkan dengan 9,8 ° di sebidang kering). Berbeda dengan lapse rate adiabatik kering yang lembab tidak konstan, karena ketergantungan kejenuhan pada suhu adalah eksponensial (lihat di atas bagian 6.2), dan udara dingin mendapat, mengembun air kurang per derajat pendinginan (pastikan bahwa dengan bantuan dari Gambar 5 ). yang dingin naik mendapatkan bingkisan, semakin dekat tingkat adiabatik selang lembab sampai ke tingkat adiabatik kering.
Keberadaan uap air di udara mempersulit perhitungan stabilitas yang kita diperiksa di awal bagian 5. Untuk menguji stabilitas dan kemungkinan untuk konveksi dalam situasi yang realistis kita memerlukan informasi pada kedua profil suhu dan kelembaban di atmosfer. Jadi kedua secara rutin diukur dengan balon dilakukan paket instrumentasi. Proses mencari tahu stabilitas udara lembab dipecah menjadi tahapan sebagai berikut:
a.Sebuah paket udara mengangkat mendinginkan pada kering lapse rate adiabatik hingga mencapai LCL.
b.LCL ditemukan dengan mempertimbangkan kelembaban relatif awal bingkisan dan suhu. Perhitungan ini mengasumsikan bahwa, karena naik, itu bingkisan kadar air tidak berubah (yaitu, tidak bercampur dengan udara di sekitarnya - asumsi yang valid jika mengangkat terjadi cukup cepat).
c.Setelah LCL tercapai, perubahan selang tingkat tiba-tiba untuk lembab adiabatik dan terus begitu sampai berhenti mengangkat. Tingkat lembab harus terus disesuaikan untuk mengkompensasi perubahan dengan suhu.
d.Selama proses ini kami terus membandingkan tarif paket selang ke tingkat lingkungan. Seperti halnya dengan konveksi kering, udara akan mulai convect bebas setelah suhu paket naik menjadi lebih tinggi dari suhu lingkungan **.
udara lembab secara keseluruhan lebih stabil dari udara kering karena pelepasan panas laten yang terlibat dalam konveksi lembab. Karena pemanasan laten menghangatkan paket udara naik, lebih mudah untuk itu menjadi lebih hangat daripada lingkungan dan dengan demikian tidak stabil. Dalam Gambar 6 tingkat atmosfer selang identik dengan yang ditunjukkan sebelumnya dalam Gambar 2 . Perbedaannya adalah pada kenyataan bahwa udara sekarang dianggap dekat menjadi jenuh di permukaan. Ketika sedikit hangat dekat tanah, itu mulai naik dan mengembun. Dari sana mendingin pada tingkat basah bukan satu kering. Pada ketinggian 1 km itu sudah 3,5 ° C lebih panas dari lingkungan, dan terus begitu setelah itu.
Ahli meteorologi tidak perlu resor untuk banyak perhitungan untuk mencari semua hal ini karena mereka dilengkapi dengan cerdas "diagram termodinamika" yang digunakan sebagai kertas grafik untuk plot pengukuran balon. Para mencari tahu stabilitas menjadi perbandingan relatif sederhana antara lapse rate lingkungan (diukur) dan garis adiabats kering dan basah termasuk dalam diagram asli.
konveksi inhibisi (CIN)
Definisi:
energi yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu paket udara vertikal dan pseudoadiabatically berasal dari level ke level konveksi bebas (LFC).
Untuk paket udara memiliki CAPE positif, CIN merupakan area negatif dalam suatu diagram termodinamika memiliki koordinat linear pada temperatur dan logaritmik dalam tekanan. Daerah negatif biasanya muncul dari kehadiran tutup. Meskipun faktor-faktor lainnya mungkin akan menguntungkan bagi pengembangan konveksi, jika inhibisi konvektif cukup besar, konveksi dalam tidak akan terbentuk. Penghambatan konvektif diungkapkan (analogi untuk CAPE) sebagai berikut:

dimana i p adalah tekanan pada tingkat di mana paket berasal, p f adalah tekanan pada LFC, R d adalah konstanta gas spesifik untuk udara kering, T vp adalah temperatur virtual dari paket mengangkat, dan T ve adalah suhu lingkungan virtual. Diasumsikan bahwa lingkungan berada dalam keseimbangan hidrostatik dan bahwa tekanan dari paket adalah sama dengan lingkungan.
Potensi Energi konvektif Tersedia (CAPE)
Lebih khusus lagi, CAPE merupakan jumlah energi apung yang tersedia untuk mempercepat bingkisan vertikal, atau jumlah paket pekerjaan yang tidak pada lingkungan. Badai membutuhkan nilai tinggi CAPE, semakin tinggi nilai CAPE, semakin banyak energi tersedia untuk mendorong pertumbuhan badai. CAPE sangat penting ketika paket udara dapat mencapai (LFC) atau Lapisan Gratis Konveksi. Untuk menemukan CAPE dari T miring-diagram termodinamika seperti yang di bawah ini, hanya menemukan daerah tersebut pada diagram di mana bingkisan terdengar (garis tebal vertikal kuning) lebih jauh ke kanan (hangat) dari atmosfer terdengar (garis merah). Daerah berbayang putih pada bunyi di bawah ini adalah bidang CAPE.


8.ceritakan tentang terjadinya musim ( panas ,gugur , dingin , semi ,)ceritakan tentang musim kemarau dan penghujan di daerah tropik ( contoh indonesia ) kaitkan dengan posisi matahari ,suhu tekanan , dan angin yang berhembus di permukaaan bumi.( lengkapi dengan gambar )
Musim semi ialah musim antara musim dingin dan musim panas. Selama musim semi lambat laun siangnya semakin panjang dan malamnya semakin singkat. Musim semi lebih lama disinari matahari dari pada musim dingin, tetapi masih kurang lama bila dibandingkan dengan musim panas. Pada umumnya, musim semi ialah masa mencairnya salju dan daat tetumbuhan mulai bertunas kembali.
Musim hujan ialah lebih menonjol di negeri beriklim muson daripada di negeri lainnya. Curah hujan lebat dalam negeri tersebut terutama disebabkan oleh angin muson. Angin bersifat musiman. Hujan muson hanya terjadi selama musim panas di kala angin bertiup dari laut ke darat.
Musim panas ialah panas yang diberikan matahari sangat banyak. cuaca pun menjadi sangat hangat
. Musim gugur ialah panas yang diberikan matahari tidak sebanyak pada musim panas, tetapi lebih banyak daripada di musim dingin. Maka cuaca pun tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
Musim dingin ialah panas yang diterima dari matahari sangat sedikit sehingga cuaca pun sangat dingin.
Panas atau hangatnya udara disebut suhu udara. Permukaan bumi dipanasi sinar matahari. Udara dihangatnya oleh bahang yang naik dari permukaan bumi yang hangat. Saat terpanas selama siang hari adalah terdapat sesudah tengah hari. Ketinggian matahari yang berubah-ubah pada waktu yang berlainan dalam setahun menyebabkan musim panas lebih hangat dari musim gugur, musim dingin ataupun musim semi. Semakin tinggi suatu tempat makin rendah suhunya.
Bumi memperoleh bahang dari matahari. Karena sebagian besar udara terdiri dari gas, maka cahaya matahari menembus atmosfer secara amat mudah. Tidak semua bahang matahari sampai di bumi. Sebagian dipantulkan kembali ke angkasa. Sebagian dis erap awan. Sebagian yang sampai di bumi membuatnya panas. Permukaan yang menjadi panas menghangatkan udara yang terdapat tepat di atasnya. Karena ringan, udara panas naik. Sewaktu udara panas naik, udara sejuk selanjutnya dipanasi oleh muka bumi yang hangat. Udara ini menjadi lebih ringan dan naik. Demikianlah timbulnya arus udara.
Kedudukan matahari di langit berpengaruh langsung pada suhu. Pada musim panas matahari tinggi di langit. Jumlah bahang yang sampai di permukaan bumi terpusat. Pada musim dingin matahari rendah di langit. Karena sinarnya miring terhadap permukaan bumi, bahang tidak begitu terpusat. Oleh karena itu musim panas lebih hangat daripada musim dingin.
Suhu paling rendah terjadi tepat sebelum fajar. Ini karena permukaan bumi menjadi dingin dengan cepat sesudah matahari tenggelam. Suhunya turun terus sejak matahari tenggelam sampai fajar berikutnya.


Iklim Musim (Iklim Muson)1. Iklim Musim (Iklim Muson)
Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
2. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri dari 2 jenis, yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.
2. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)
Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika.

Sejarah Ilmu Geologi
Zaman Yunani (2300 tahun yl)
Fosil
Batu permata
Gempa Bumi
Gunung Api
Aristotle
Batuan : pengaruh bintang
Gempa bumi : meledaknya udara yang padat di bumi akibat pemanasan oleh pusat api
Doktrin
Katastrofisme (abad 17 dan 18)
“permukaan bumi dan segala kehidupan diatasnya terbentuk dan musnah dalam sesaat akibat suatu bencana (Catastroph) besar

Uniformitarianisme (abad 18)
“hukum fisika, kimia dan biologi yang berlangsung saat ini berlangsung juga pada masa lampau”
“The Present Is The Key to The Past”
By
“James Hutton”
Asal kata
Richard de Bury (1473) : Hukum /Ilmu Kebumian
Warren (1690) : Geologia
Jean Andre’ de Luc (1778)
S.B. de Saussure (Ahli Kimia Swiss)
Pengertian
Bahasa Yunani
Geos : Bumi
Logos : Ilmu
Geologi :
“ Ilmu yang mempelajari bumi, dan merupakan kelompok ilmu yang mempelajari bumi secara menyeluruh, asal mula, struktur, komposisi, dan sejarahnya
Cabang Geologi
Mineralogi
Petrologi
Stratigrafi
Paleontologi
Geologi Struktur
Geomorfologi
Geofisika
Geokimia
Geologi Ekonomi
Geologi Teknik

DASTIK 2

BAB I
PENDAHULUAN

Kemajuan teknologi saat ini semakin meningkat terlebih dalam penggunaan gelombang elekromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Gelombang elektromagnetik sebenarnya selalu ada disekitar kita, salah satu contohnya adalah sinar matahari, gelombang ini tidak memerlukan medium perantara dalam perambatannya. Contoh lain adalah gelombang radio. Tetapi spektrum gelombang elektromagnetik masih terdiri dari berbagai jenis gelombang lainnya, yang dibedakan berdasarkan frekuensi atau panjang gelombangnya. Untuk itu disini kita akan mempelajari tentang rentang spektrum gelombang elektromagnetik, karakteristik khusus masing-masing gelombang elektromagnetik di dalam spectrum dan contoh dan penerapan masing-masing gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari.
Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam semesta pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi frekuensinya. Per Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang/wavelength, frekuensi, amplitude/amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan (kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Definisi yang paling umum dari bunyi (sound) adalah bahwa bunyi merupakan sebuah gelombang longitudinal yang menjalar dalam suatu medium. Bunyi dapat berjalan merambat melalui gas, cairan atau benda padat. Gelombang bunyi paling sederhana adalah gelombang sinusoidal yang mempunyai frekuensi, amplitudo dan panjang gelombang tertentu. Telinga manusia peka terhadap gelombang dalam jangkauan frekuensi dari sekitar 20 sampai 20.000 Hz, gelombang tersebut dinamakan jangkauan dengar manusia (audible range), tetapi juga dikenal istilah bunyi untuk gelombang serupa dengan frekuensi di atas pendengaran manusia atau di atas 20.000 Hz dengan nama ultrasonik dan dibawah jangkauan manusia atau dibawah 20 Hz dengan nama infrasonik. Gelombang bunyi biasanya menjalar menyebar ke semua arah dari sumber bunyi dengan amplitudo yang bergantung pada arah dan jarak dari sumber itu.
Gelombang bunyi menjalar seperti gelombang menjalar lainnya, memindahkan energi dari satu daerah ruang ke daerah lainnya. Intensitas (intensity) sebuah gelombang (I) didefinisikan sebagai laju rata-rata suatu gelombang menjalar terhadap waktu pada saat energi diangkut oleh gelombang itu, per satuan luas, menyebrangi permukaan yang tegak lurus terhadap arah perambatan. Dengan kata lain intensitas (I) adalah daya rata-rata persatuan luas.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Bunyi itu adalah bentuk energi yang selalu merambat ke segala arah yang berguna sebagai gelombang longitudinal. Bunyi itu hanya bisa merambat apabila di dalam ruang ada medium atau zat yang dapat menghantarkan bunyi. Bunyi itu akan dapat kita dengar apabila ada sumber bunyi, medium atau perantara untuk merambat, serta objek untuk mendengarkan/yang digunakan untuk dapat menangkap isyarat bunyi tersebut.
Bunyi yang kita dengar merupakan rambatan suatu gelombang. Gelombang bunyi merambat melalui medium udara. Kita dapat membuktikan bahwa bunyi adalah suatu gelombang dengan mengamati salah satu sifat gelombang yaitu peristiwa interferensi. Interferensi akan terjadi jika dua buah gelombang dengan frekuensi yang sama tiba di satu titik pada saat yang bersamaan.
2.1. Frekuensi
Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Hasil perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu nama pakar fisika Jerman Heinrich Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini pertama kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik. 1 Hertz adalah 1 siklus per detik atau satu gelombang sempurna dalam satu detik. 1 Megahertz adalah 1.000.000 Hz. Suara dengan frekuensi 20.000 Hz atau lebih disebut suara ultra (ultrasound) karena rentang frekuensi tersebut di luar jangkauan pendengaran manusia.
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu gelombang sempurna, satuannya adalah detik. Periode ditentukan oleh sumber suara dan bukan oleh medium yang dilaluinya. Periode berbanding terbalik dengan frekuensi, periode akan meningkat atau bertambah bila frekuensinya menurun.
Secara alternatif, seseorang bisa mengukur waktu antara dua buah kejadian/ peristiwa (dan menyebutnya sebagai periode), lalu memperhitungkan frekuensi (f ) sebagai hasil kebalikan dari periode (T ), seperti nampak dari rumus di bawah ini :

Kita mengenal beberapa besaran lain dari frekuensi, yaitu:
• Kilohertz (kHz) ribu siklus
• Megahertz (MHz) juta siklus
• Gigahertz (GHz) milyard siklus
• Terahertz (THz) ribu milyar sikus
Dalam klarifikasi bunyi. Bunyi itu dapat digolongkan menjadi beberapa jenis yaitu, sebagai berikut :
1. Berdasarkan frekuensi
Berdasarkan frekuensi, bunyi itu dapat dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:
a. Infrasonik, yaitu bunyi yang punya frekuensi kurang dari 20 Hz. Bunyi
infrasonik ini tidak dapat didengar oleh manusia,karena mungkin terlalu
kecil jadi sulit di dengar oleh kita dan yang bisa mendengar ini cuma
beberapa hewan saja, seperti anjing dan jangkrik.
b. Audiosonik, yaitu bunyi yang punya frekuensi antara 20 Hz-20.000 Hz.
Bunyi audiosonik adalah gelombang bunyi yang dapat didengar manusia.
c. Ultrasonik, yaitu bunyi yang punya frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Bunyi
ini tidak dapat didengar oleh telinga manusia karena terlalu besar kalu kita
bisa dengar, kuping kita akan merasa sakit, dan bunyi ini dapat didengar
oleh beberapa hewan saja, seperti lumba-lumba dan kelelawar. Bunyi
ultrasonik ini juga sering digunakan oleh manusia pada aplikasi radar
untuk mendeteksi kedalaman laut dan objek tertentu, serta dapat
digunakan untuk mengukur panjang gua dan ketebalan logam di industri.



2. Berdasarkan keteraturan frekuensi
Berdasarkan keteraturan frekuensinya, bunyi itu dapat digolongkan sebagai berikut.
a. Nada, yaitu bunyi yang punya frekuensi yang teratur. Contohnya bunyi
alat musik.
b. Desah, yaitu bunyi yang punya frekuensi tidak teratur. Contohnya bunyi
desiran angin dan piring jatuh.
c. Dentum, yaitu bunyi desah yang sangat keras dan bisa mengagetkan
pendengaran kita.Contohnya bunyi bom, ledakan, atau halilintar.
Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan tinggi rendahnya nada kita bisa menggunakan sebuah penggaris plastik dan sebuah roda sepeda. Kemudian roda sepeda kita putar dengan meletakkan penggaris diatas jari-jari sepeda. Kemudian berangsur-angsur putaran roda dipercepatdan ternyata semakin cepat putaran roda semakin tinggi nada bunyi yang dihasilkan oleh penggaris. Roda sepeda yang semakin cepat berputar menunjukkan bahwa frekuensi putaran juga semakin besar dan seiring dengan itu frekuensi putaran penggaris semakin besar dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi frekuensi suatu bunyi nada yang dihasilkan akan semakin tinggi juga.
Efek Doppler
Apabila sumber bunyi dan pendengar bergerak saling mendekati, maka frekuensi yang terdengar lebih besar dari frekuensi sumber bunyi, sedangkan ketika sumber bunyi dan pendengar bergerak saling menjauhi, maka frekuensi yang terdengar lebih kecil dari frekuensi sumber bunyi. Peristiwa itu dinamakan dengan Efek Doppler, yang pertama kali dipikirkan oleh seorang Austria bernama Christian Johann Doppler (1803-1855).
Secara umum persamaan frekuensi Doppler dapat kita gabung menjadi satu persamaan berikut :




dengan :
fp = frekuensi sumber bunyi yang didengar oleh pendengar (Hz)
fs = frekuensi sumber bunyi sebenarnya (Hz)
v = cepat rambat bunyi di udara (m/s)
vp = kecepatan gerak pendengar (m/s)
vs = kecepatan gerak sumber bunyi (m/s)
Ts = perode gelombang yang dipancarkan oleh sumber bunyi
Tp= periode yang diterima oleh pendengar
Tanda vp dan vs :
Jika P adalah pendengar dan S adalah sumber bunyi.
1. P bergerak mendekati S, maka vp diberi tanda (+) sehingga fp > fs.
2. P bergerak menjauhi S, maka vp diberi tanda (-) sehingga fp < fs. 3. S bergerak mendekati P, maka vs diberi tanda (+) sehingga fp > fs.
4. S bergerak menjauhi P, maka vs diberi tanda (-) sehingga fp < fs.
5. P dan S diam, maka vp = vs = 0 sehingga fp = fs.

2.2. Panjang Gelombang
Panjang gelombang menyatakan jarak satu siklus gelombang dalam satuan panjang, besarnya dipengaruhi oleh cepat rambat gelombang pada medium dan frekuensinya satuannya dalam meter.
Panjang gelombang adalah sebuah jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang. Biasanya memiliki denotasi huruf Yunani lambda (λ). Dalam sebuah gelombang sinus, panjang gelombang adalah jarak antara puncak:





Axis x mewakilkan panjang, dan I mewakilkan kuantitas yang bervariasi (misalnya tekanan udara untuk sebuah gelombang suara atau kekuatan listrik atau medan magnet untuk cahaya), pada suatu titik dalam fungsi waktu x. Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi f, jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang diberikan. Panjang gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa, kecepatan ini adalah kecepatan cahaya c, untuku sinyal (gelombang) di udara, ini merupakan kecepatan suara di udara. Hubungannya adalah:


Dimana :
λ = panjang gelombang dari sebuah gelombang suara atau gelombang
elektromagnetik
c = kecepatan cahaya dalam vakum = 299,792.458 km/d ~ 300,000 km/d =
300,000,000 m/d atau
c = kecepatan suara dalam udara = 343 m/d pada 20 °C (68 °F)
f = frekuensi gelombang

2.3. Pulse Duration
Pulse duration satuannya dalam detik. Menyatakan waktu yang diperlukan untuk membentuk satu pulsa. Besarnya durasi ditentukan oleh jumlah gelombang dalam satu pulsa dan periode masing-masing gelombang.
Dalam pemrosesan sinyal dan telekomunikasi , dengan durasi pulsa istilah memiliki arti sebagai berikut:
• Dalam pulsa gelombang , interval antara waktu , selama transisi pertama, bahwa amplitudo pulsa mencapai fraksi tertentu (tingkat) dari amplitudo akhir, dan waktu turun amplitudo pulsa, pada transisi terakhir , ke tingkat yang sama. Interval antara 50% titik amplitudo akhir biasanya digunakan untuk menentukan atau mendefinisikan durasi pulsa, dan ini dipahami menjadi kasus kecuali dinyatakan khusus.






Durasi pulsa menggunakan amplitudo puncak 50%
















BAB III
KESIMPULAN

1. Bunyi itu adalah bentuk energi yang selalu merambat ke segala arah yang berguna sebagai gelombang longitudinal. Bunyi itu hanya bisa merambat apabila di dalam ruang ada medium atau zat yang dapat menghantarkan bunyi.
2. Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan atau banyaknya getaran yang dibentuk dalam satu sekon.
3. Periode adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu gelombang. Periode berbanding terbalik dengan frekuensi, periode akan meningkat atau bertambah bila frekuensinya menurun.
4. Panjang gelombang menyatakan jarak satu siklus gelombang dalam satuan panjang, besarnya dipengaruhi oleh cepat rambat gelombang pada medium dan frekuensinya satuannya dalam meter.
5. Panjang gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang.
6. Pulse duration menyatakan waktu yang diperlukan untuk membentuk satu pulsa. Besarnya durasi ditentukan oleh jumlah gelombang dalam satu pulsa dan periode masing-masing gelombang. Satuannya dalam detik.







DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Frekuensi. http://www.wikipedia.com/frekuensi. diakses tanggal
17/3/2011/ pukul 15.30 WIB.
Anonim. 2010. Pulse Duration. http://www.wikipedia.com/pulseduration. diakses tanggal 17/3/2011/ pukul 15.30 WIB.
Nolan, Peter J..1993. Frekuensi dan Gelombang. Brown Publisher.
Preston. 2010. Kualitas Perairan Laut. http://www.wikipedia.com/ . diakses tanggal 17/3/2011/pukul 19.30 WIB.
Supiyanto, S. 2010. Panjang Gelombang. Erlangga. Jakarta.















SOAL DAN PENYELESAIAN
1. Sebuah mobil polisi bergerak dengan kecepatan 30 m/s sambil membunyikan sirine dengan freuensi 620 Hz ketika mengejar pengendara sepeda motor yang melanggar rambu lalu lintas. Tentukan frekuensi sirine yang terdengar oleh pengendara motor jika motor bergerak dengan kecepatan 20 m/s dan cepat rambat bunyi di udara 340 m/s.
Penyelesaian :
Besaran yang diketahui :




Frekuensi sirine yang didengar oleh pengendara motor :



2. Selang waktu pengiriman dan penerimaan pulsa ultrasonik yang terdeteksi oleh alat fathometer adalah 2 sekon. Tentukan kedalaman air di bawah kapal yang membawa alat tersebut , jika cepat rambat bunyi dalam air 1500 m/s.
Penyelesaian :
Besaran yang diketahui :


Kedalaman air di bawah kapal :



3. Jika diketahui frekuensi suatu gelombang 40 Hz, berapakah panjang gelombangnya jika cepat rambat bunyi di udara 340 m/s.
Penyelesaian :
Besaran yang diketahui :

dasar dasar akustik

KONSEP DASAR GELOMBANG

DI SUSUN
OLEH:
Kelompok 2
Atik Hendika Lyusta 08091005018
Herni Tri Nopiyanti 08091005023
Jossia A.H. Sitinjak 08091005015
Rifki Pramada 08091005013
Sony Heron 08091005028

Dosen Pengampu : Dr. Fauziyah
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkatNyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Konsep Dasar Gelombang. Dimana sekarang ini gelombang, terutama gelombang suara sering menjadi faktor utama dalam mendukung perkembangan teknologi.
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal).
Dengan mempelajari konsep dasar gelombang, yang termasuk di dalamnya proses pembentukan gelombang, persamaan gelombang, kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, intensitas suara, dan tekanan suara, diharapkan mampu memahami apa gelomabang itu sendiri dan mampu mengaplikasikannya dalam bidang akustik. Oleh karena itu dengan adanya makalah ini diharapkan kita dapat lebih memahami bagaimana cara memahami karakteristik dan sifat-sifat gelombang sebagai langkah awal dalam mempelajari bidang ilmu akustik. Makalah ini tentunya jauh dari kesempurnaan maka dari itu apabila terdapat kesalahan kami mohon maaf dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembacanya.



Indralaya, Maret 2011


Tim Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………........................................i
DAFTAR ISI ………………………………………………………..................................ii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................1
1.1. Latar Belakang ................................................................................................1
1.2. Tujuan .............................................................................................................2
1.3. Manfaat ...........................................................................................................3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................4
2.1. Definisi Gelombang ........................................................................................4
2.2. Sifat Umum Gelombang .................................................................................6
2.3. Konsep Dasar Gelombang ..............................................................................7
2.3.1. Pembentukan Gelombang ............................................................................7
2.3.2. Persamaan Gelombang ................................................................................9
2.3.3. Kecepatan Suara, Dispersi, dan Superposisi Dua Gelombang ...................13
2.3.4. Tekanan Suara dan Intensitas Suara ...........................................................18
2.4. Aplikasi dan Pemanfaatan Gelombang Suara ...............................................23
BAB III. KESIMPULAN …………………………………………………………..…….26
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................27














BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mendorong terciptanya alat pengirim dan penerima informasi yang mempunyai cara kerja dengan mengirim atau menerima gelombang. Tanpa disadari setiap makhluk hidup di bumi ini hidup dalam lautan gelombang. Sinar matahari, sinar kosmis yang setiap saat menghujani bumi, suara bising di jalan, sampai gelombang radio dari seluruh pemancar di seluruh dunia, berkelebatan tak henti – hentinya di sekitar makhluk hidup di bumi ini. Sayangnya hanya sedikit gelombang yang dapat terlihat oleh mata manusia secara langsung. Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran. Apabila sebuat senar gitar kita petik maka akan terjadi getaran pada senar gitar yang menimbulkan bunyi. Jika senar dawai gitar tersebut kita pegang, maka getaran dan bunyi pada senar akan hilang.
Dalam sehari-hari Anda sering berhadapan dengan fenomena bunyi. Misalnya, Anda suka mendengar musik, Anda senang memperhatikan seseorang bermain gitar, seruling, terompet dan sebagainya. Peristiwa yang berkaitan dengan musik lainnya seperti Anda senang menonton konser. Ada kalanya Anda ketakutan terhadap bunyi, misalnya suara ledakan, pertir, dan sebagainya. Beberapa fenomena bunyi sering muncul pertanyaan-pertanyaan, misalnya, apakah bunyi terdengar paling bagus di ruang hampa? Di samping itu, kalau kita perhatikan di geung-gedung bioskop atau pada gedung konser, mengapa pada gedung tersebut dipasang peredam suara? Berkaitan dengan bunyi pula, mengapa kelelawar terbang malam tanpa menabrak? Mengapa bunyi petir pada malam hari terdengar lebih keras daripada siang hari?
Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut orang sering menanggapi sebagai berikut. Kecepatan bunyi paling cepat adalah di ruang hampa karena tidak ada penghalang sehingga bunyi bebas saja lewat. Demikian pula terhadap pendengaran bunyi akan paling bagus pada ruang hampa karena tak ada penghalang. Pada gedung konser sering dipasang alat peredam suara dengan tujuan suara dari penyanyi agar merdu dan nyaring. Tehadap pertanyaan kelelawar yang terbang malam hari tak menabrak karena penglihatannya sangat tajam sehingga dapat melihat penghalang di depannya sangat cepat. Terhadap pertanyyan petir yang keras di malam hari karena pada waktu malam hari tidak ada aktivitas, suasana menjadi sepi sehingga kalau ada petir akan kedengaran sangat keras dibandingkan dengan siang hari.
Pikiran-pikiran atau tanggapan tersebut adalah miskonsepsi. Secara lebih rinci, berikut disajikan konsep ilmiah, konsep-konsep esensial dan strategis berkaitan dengan bunyi sebagai gelombang (Suwanto, 2008).
Pikirkan sejenak tentang partikel-partikel dari mana udara dibuat. Di mana partikel-partikel ini padat, tekanan udara bertambah, di mana partikel-partikel jarang, tekanan berkurang. Gejala yang disebarkan oleh perubahan tekanan ini disebut sebagai gelombang suara. Suatu gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti gelombang. Jarak antara dua titik geografis (yaitu dua titik di antara mana tekanan suara maksimum dari suatu suara murni dihasilkan) yang dipisahkan hanya oleh satu periode dan yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan "gelombang suara", yang dinyatakan sebagai (m). Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait. Salah satu jenis gelombang adalah gelombang mekanik, yang menyebar melalui media di mana substansi media ini cacat.
Dengan mengetahui segala aspek gelombang, baik itu proses pembentukannya, perambatannya, serta karakteristik gelombang suara, maka dengan mudahnya kita bisa mengaplikasikan dan mengimplementasikan seluruh aspek dan karaktersitik gelombang pada sistem akustik. Akustik pasti akan selalu beriringan dengan gelombang, tanpa gelombang akustik tidak bisa disebut akustik. Oleh karena itu, pengaruh gelombang sangat berarti dan mempunyai manfaat yang luar biasa dalam perkembangan dunia teknologi yang semakin mumpuni seperti sekarang ini. Selain itu, pengaruh gelombang dalam pendukung teknologi sangat berpengaruh besar. Tidaklah lengkap jika gelombang tidak dikaitkan dengan aspek teknologi. Oleh karena itu, sangat penting dalam mempelajari dan memahami konsep dasar gelombang (Hakim, 2009).

1.2 Tujuan
- Untuk mengetahui karakteristik gelombang, terutama gelombang suara dalam peranannya dalam bidang akustik.
- Memahami mekanisme kerja gelombang dan proses-proses terjadinya gelombang.
- Menginformasikan tentang konsep dasar gelombang.
- Mengetahui tentang kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, tekanan udara, dan intensitas udara yang mempengaruhi suatu sistem akustik.
- Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum dan penerapannya dalam kehidupan sehari.

1.3 Manfaat
- Mampu mendeskripsikan konsep dasar gelombang beserta segala aspek-aspeknya.
- Mampu memahami karakteristik gelombang dan sifat-sifat gelombang sebagai dasar dalam mempelajari akustik.
- Mampu menjelaskan proses pembentukan gelombang, kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, intensitas suara, dan tekanan suara.
- Mampu mendeskripsikan gejala gelombang dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Gelombang
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Malahan, setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu (Hakim, 2009).
Pada penjelasan di atas, telah disebutkan beberapa contoh gelombang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun terdapat banyak contoh gelombang dalam kehidupan kita, secara umum hanya terdapat dua jenis gelombang saja, yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Pembagian jenis gelombang ini didasarkan pada medium perambatan gelombang.
1) Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang perantaranya butuh medium. Misalnya: gelombang air, gelombang bunyi, gelombang slinki, gelombang bunyi, gelombang permukaan air, dan gelombang pada tali.
2) Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang perambatannya tidak memerlukan medium. Misalnya gelombang cahaya, cahaya, sinar ultra violet, infra merah, gelombang radar, gelombang radio, gelombang TV, sinar – X, dan sinar gamma (γ).
Sedangkan berdasarkan arah rambatan dan getarannya, dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita akan menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus
dengan arah gerak gelombang. Perhatikan Gambar di bawah ini.

Gambar 1.1 . Gelombang transversal pada tali
Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Bentuk gelombang transversal tampak seperti pada Gambar 1.2. (Hamid, 2011).

Gambar 1.2. Bentuk gelombang Tranversal pada tali

Pada Gambar 1.2, tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal, sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium (misalnya tali atau air). Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf Yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.
2) Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya (misalnya gelombang slinki). Gelombang yang terjadi pada slinki yang digetarkan, berupa rapatan dan regangan. Jarak dua rapatan yang berdekatan atau dua regangan yang berdekatan disebut satu gelombang (Hakim, 2009).
Contoh: getaran sinar gitar yang dipetik, getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya. Perhatikan Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Gelombang Longitudinal pada slinki
Pada Gambar 1.3, tampak bahwa arah getaran sejajar dengan arah rambatan gelombang. Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan. Salah satu contoh gelombang logitudinal adalah gelombang suara di udara. Udara sebagai medium perambatan gelombang suara, merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara.

Gambar 1.5. panjang gelombang longitudinal
Pada gelombang longitudinal, satu gelombang (1λ) terdiri dari 1 rapatan dan 1 renggangan. Panjang gelombang didefinisikan sebagai sebagai jarak antara dua pusat rapatan yang berdekatan atau jarak antara dua pusat renggangan yang berdekatan.

2.2 Sifat Umum Gelombang
Gelombang mempunyai beberapa sifat umum, yaitu:
• Gelombang dapat mengalami pemantulan (refleksi)
Pada setiap pemantulan gelombang akan berlaku sudut datang gelombang sama dengan sudut pantulnya. Gelombang datang, garis normal dan gelombang pantul terletak pada satu bidang datar.
• Gelombang dapat mengalami pembiasan (refraksi)
Bila dalam perambatannya, sebuah gelombang melewati bidang batas dua medium, maka arah gelombang datang tersebut akan mengalami pembelokkan, arah pembelokkan gelombang ini disebut dengan pembiasan. Hukum Snellius menyebutkan,
“bila gelombang datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat maka
gelombang akan dibiaskan mendekati garis normal, dan sebaliknya”
Jadi dalam pembiasan gelombang besar kecepatan gelombang akan berubah, demikian juga panjang gelombangnya akan berubah, yang tetap adalah frekuensi gelombang.
• Gelombang dapat mengalami penggabungan (interferensi)
Apa yang terjadi bila dua buah gelombang atau lebih saling bertemu? Pada benda pertemuan akan menyebabkan terjadinya tumbukan, benda yang satu akan terpental dari benda yang lain. Tumbukan seperti itu tidak pernah terjadi pada gelombang, dua gelombang yang bertemu akan saling lewat begitu saja seakan – akan merambat sendiri – sendiri tanpa halangan. Perpaduan antara dua buah gelombang atau lebih pada suatu tempat pada saat yang bersamaan itulah yang di sebut interferensi.
• Gelombang dapat mengalami lenturan (difraksi)
Bila suatu gelombang melewati suatu penghalang yang mempunyai celah sempit, maka menurut Huygens, titik – titik pada celah yang sempit itu akan menjadi sumber gelombang yang baru dan meneruskan gelombang tersebut ke segala arah (Idris, 1996).

2.3 Konsep Dasar Gelombang
2.3.1 Pembentukan Gelombang
Dalam matematika dan sains, sebuah gelombang gangguan yang bergerak melalui ruang dan waktu , biasanya disertai dengan transfer energi. Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait. Salah satu jenis gelombang adalah gelombang mekanik, yang menyebar melalui media di mana substansi media ini cacat. Sebagai contoh, gelombang suara merambat melalui molekul udara menabrak tetangga mereka. Ini transfer beberapa energi untuk tetangga ini, yang akan menyebabkan kaskade tumbukan antara molekul tetangga. Ketika molekul udara berbenturan dengan tetangga mereka, mereka juga terpental jauh dari mereka (memulihkan kekuatan). Hal ini membuat molekul-molekul dari melanjutkan perjalanan ke arah gelombang yang akan diteruskan dan yang ditimbulkan dari sesuatu penghasil gelombang yang telah diterima oleh sensor atau elemen penerima (Hamid, 2011).
Untuk melihat bagaimana bunyi dihasilkan dan mengapa bunyi termasuk gelombang longitudinal, mari kita perhatikan getaran dari diafragma pengeras suara. Ketika diafragma bergerak radial keluar, diafragma ini memampatkan udara yang langsung ada di depannya, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.6. Pemampatan ini menyebabkan tekanan udara bertambah sedikit di atas tekanan normal. Daerah yang tekanan udaranya bertambah disebut rapatan. Rapatan ini bergerak menjauh dari pengeras suara pada kecepatan bunyi. Rapatan ini mirip dengan daerah rapatan pada kumparan-kumparan dalam gelombang longitudinal pada slinki. Setelah menghasilkan rapatan, diafragma membalik arah gerakannya menjadi radial ke dalam. Gerakan diafragma ke dalam menghasilkan suatu daerah yang dikenal sebagai renggangan. Renggangan ini menyebabkan tekanan udara sedikit lebih kecil daripada tekanan normal.

Gambar 1.6 Diafragma pengeras suara bergerak : (a) radial keluar, (b) radial ke dalam
Seperti telah disinggung di atas, bunyi memerlukan medium pada saat merambat. Medium tersebut dapat berupa zat padat, zat cair, maupun zat gas. Bunyi tak dapat merambat pada ruang hampa. Jika kita bercakap-cakap, maka bunyi yang kita dengar merambat dari pita suara yang berbicara menuju pendengar melalui medium udara (Rosyid, 2010).
Ada beberapa syarat bunyi dapat terdengar telinga kita. Pertama, adanya sumber bunyi. Misalnya, ada gitar yang dipetik, ada gong yang dipukul, ada yang bersuara dan ada suara kendaraan lewat. Kedua, ada mediumnya. Bunyi dapat merambat dalam medium udara (zat gas), air (zat cair) maupun zat padat. Ketiga, bunyi dapat didengar telinga bila memiliki frekuensi 20 - 20.000 Hz. Batas pendengaran manusia adalah pada frekuensi tersebut bahkan pada saat dewasa terjadi pengurangan interval tersebut karena faktor kebisingan atau sakit. Berdasarkan batasan pendengaran manusia itu gelombang dapat dibagi menjadi tiga yaitu audiosonik (20-20.000 Hz), infrasonik (di bawah 20 Hz) dan ultrasonik (di atas 20.000 Hz). Binatang-binatang banyak yang dapat mendengar di luar audio sonik. Contohnya jangkerik dapat mendengar infrasonik (di bawah 20 Hz), anjing dapat mendengar ultrasonik (hingga 25.000 Hz).
Suara adalah
• fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda
• getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang
berubah secara kontinyu terhadap waktu.




Suara berhubungan erat dengan rasa “mendengar”.
Suara/bunyi biasanya merambat melalui udara. Suara/bunyi tidak bisa
merambat melalui ruang hampa (Rosyid, 2010).
Contoh :
Jika kita mengeluarkan suara pada seember air, maka pada permukaan air akan terbentuk pola getaran atau gelombang, karena suara merupakan gelombang yang di hantarkan oleh perantara angin.
Jika kita berbicara pada suatu ruangan, maka suara kita tersebut akan terdengar oleh orang yang berada di luar ruangan, jika ruangan tersebut tidak dalam keadaan benar- benar tertutup.

2.3.2 Persamaan Gelombang
Gelombang mempunyai persamaan umum yang dapat di implementasikan dalam suatu kasus gelombang secara umum. Di bawah ini merupakan persamaan umum gelombang.
Jika cepat rambat gelombang v dan periode getarannya T, maka :




Dengan:
v = cepat rambat gelombang
λ = panjang gelombang
T = periode
f = frekuensi

Persamaan umum geombang berjalan dapat diketahui dari rumusan sebagai berikut :



Keterangan :
Y : simpangan
A : amplitude
w : kecepatan sudut
t : waktu
Persamaan gelombang jalan
Gelombang berdasarkan arah gerak dan perjalanannya dibedakan menjadi dua macam gelombang secara umum, sebagai berikut:

berjalan dari kiri ke kanan


berjalan dari kanan ke kiri



Secara umum :



Cepat rambat gelombang memenuhi hukum Melde :




Contoh Soal + jawaban
1. Gelombang air laut mendekati mercu suar dengan cepat rambat 7 m/s. Jarak antara dua dasar gelombang yang berdekatan 5 m. Tentukan:
(a) frekuensi,
(b) periode gelombang

Penyelesaian:
Perhatikan Gambar 1.6 Jarak antara dua dasar berdekatan sama dengan panjang gelombang. Jadi λ = 5 m.
(a) Frekuensi dapat dihitung dengan persamaan :
v = λf atau f = =

(b) Periode adalah kebalikan frekuensi:
T = =

2. Sebuah pemancar radio bekerja pada gelombang 1,5 m. Jika cepat rambat gelombang radio 3.108 m/s, pada frekuensi berapakah stasion radio tersebut bekerja!

Penyelesaian :
Diketahui : λ = 1,5 m, ¬¬¬¬¬ v = 3.108 m/s
Ditanya : f = ..?
Jawab : f = = = 2. 108 Hz = 200 MHz

3. Dawai sepanjang 60 cm memiliki massa 20 gr. Jika ujung-ujung dawai diikat sehingga memiliki tegangan 30 N. Tentukan :
a. panjang gelombang pada nada atas keduanya
b. frekuensi nada atas keduanya?

Penyelesaian
l = 60 cm = 0,6 m
m = 20 gr = 2.10-2 kg
F = 30 N
a) Nada atas kedua, n = 2
l2 = 3/2 λ
0,6 = 3/2. λ → λ = 0,4 m

b) Frekuensi nada atas kedua
Cepat rambat gelombang memenuhi hukum Melde :
v= =30 m/s
Berarti frekuensi nada atas kedua sebesar :
f2 = v/λ2= 30/0,4= 75 Hz
4. Suatu gelombang sinusoidal bergerak dalam arah x-positif, mempunyai amplitudo 15,0 cm, panjang gelombang 40,0 cm, dan frekuensi 8,0 Hz. Posisi vertikal dari elemen medium pada t = 0 dan x = 0 adalah 15,0 cm seperti pada gambar.
a). Tentukan bilangan gelombang, periode, kecepatan sudut, dan kecepatan gelombang tersebut.
b). Tentukan tetapan fasa dan tuliskan bentuk umum fungsi gelombang

Penyelesaian:
a). Bilangan gelombang, periode, kecepatan sudut, dan kecepatan gelombang tersebut.

b). Tetapan fasa dan tuliskan bentuk umum fungsi gelombang.
Karena A = 15,0 cm dan Y = 15,0 cm pada t = 0 dan x = 0, maka

Atau tetapan fasa, f = p/2 = 900

(Farida, 2010).

2.3.3 Kecepatan Suara dan Dispersi serta Superposisi Dua Gelombang
 Kecepatan Suara
Kecepatan suara adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kecepatan gelombang suara yang melalui medium elastis. Kecepatan ini dapat berbeda tergantung medium yang dilewati (misalnya suara lebih cepat melalui udara daripada air), sifat-sifat medium tersebut, dan suhu. Namun, istilah ini lebih banyak dipakai untuk kecepatan suara di udara. Pada ketinggian air laut, dengan suhu 21 °C dan kondisi atmosfer normal, kecepatan suara adalah 344 m/detik (1238 km/jam).
Dalam dinamika fluida , kecepatan suara dalam medium fluida (gas atau cair) digunakan sebagai ukuran relatif dari kecepatan itu sendiri. Kecepatan (dalam jarak per waktu) dibagi dengan kecepatan suara dalam fluida disebut bilangan Mach .Benda bergerak dengan kecepatan lebih besar dari Mach 1 bepergian di supersonikkecepatan.
Kecepatan suara dalam gas ideal tidak bergantung pada frekuensi, tetapi lemah tergantung pada frekuensi untuk semua situasi fisik yang nyata. Ini adalah fungsi dari akar kuadrat dari temperatur, tetapi hampir independen dari tekanan ataukepadatan untuk gas yang diberikan. Untuk gas yang berbeda, kecepatan suara berbanding terbalik tergantung pada akar kuadrat dari mean berat molekul gas, dan terpengaruh untuk tingkat yang lebih rendah dengan jumlah cara di mana molekulgas dapat menyimpan panas dari kompresi , karena suara di gas adalah jenis kompresi. Meskipun, dalam kasus gas saja, kecepatan suara dapat dinyatakan dalam rasio dari kedua kerapatan dan tekanan, kuantitas ini tidak sepenuhnya independen satu sama lain, dan membatalkan kontribusi bersama mereka dari kondisi fisik, mengarah ke sebuah kecepatan ekspresi menggunakan variabel independen suhu, komposisi, dan kapasitas panas yang disebutkan di atas (Anonim, 2010).
Harga kecepatan suara untuk atmosfer standar berdasarkan U.S. Standard Atmosphere, 1962 dapat dilihat pada tabel berikut :
Ketinggian (km) Kecepatan suara (m/s)
0 340.294
1 336.435
2 332.532
3 328.583
4 324.589
5 320.543
6 316.452
7 312.306
8 308.105
9 303.848
10 299.532
11 295.154
12 295.069
13 295.069
14 295.069
15 295.069
16 295.069
17 295.069
18 295.069
19 295.069
20 295.069

Secara umum, kecepatan suara c diberikan oleh-Laplace persamaan Newton:



Dimana
C adalah koefisien kekakuan , pada modulus bulk (atau bulk modulus elastisitas untuk media gas),
ρ adalah densitas
Dengan demikian semakin meningkatnya kecepatan suara dengan kekakuan (perlawanan dari badan elastis terhadap deformasi oleh gaya yang diberikan) dari materi, dan menurun dengan kerapatan. Untuk persamaan umum negara, jika mekanika klasik yang digunakan, kecepatan suara c diberikan oleh




dimana diferensiasi diambil terhadap perubahan adiabatik.
di mana p adalah tekanan dan ρ adalah kerapatan
Jika relativistik efek yang penting, kecepatan suara dapat dihitung dari persamaan relativistik .

 Dispersi Gelombang
Ketika Anda menyentakkan ujung tali naik-turun (setengah getaran), sebuah pulsa transversal merambat melalui tali (tali sebagai medium). Sesungguhnya bentuk pulsa berubah ketika pulsa merambat sepanjang tali, pulsa tersebar atau mengalami dispersi (perhatikan Gambar 2.1). Jadi, dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang merambat suatu medium.

Gambar 2.1. Dalam suatu medium dispersi, bentuk gelombang
Kebanyakan medium nyata di mana gelombang merambat dapat kita dekati sebagai medium non dispersi. Dalam medium non dispersi, gelombang dapat mempertahankan bentuknya. Sebagai contoh medium non dispersi adalah udara sebagai medium perambatan dari gelombang bunyi. Dispersi : fenomena superposisi gelombang yang menghasilkan bentuk gelombang yang berbeda.
- Contoh medium Tak Dispersif : gelombang suara di udara,gelombang elektromagnetik pada medium. vakum.
- Contoh medium Dispersif : Gelombang laut, Gelombang cahaya
melewati pandu gelombang (Riyn, 2008).
 Superposisi Dua Gelombang
Superposisi Gelombang : penjumlahan dua gelombang atau lebih dapat melintasi ruang yang sama tanpa ada ketergantungan satu gelombang dengan yang lain. Elastisitas medium akan mempengaruhi bentuk gelombang yang dihasilkan. Prinsip superposisi dapat diterapkan ke gelombang setiap kali dua (atau lebih) gelombang perjalanan melalui media yang sama pada waktu yang sama. Gelombang melewati satu sama lain tanpa terganggu. Perpindahan bersih dari media pada setiap titik dalam ruang atau waktu, hanyalah jumlah dari perpindahan gelombang individu. Hal ini berlaku hingga gelombang yang panjang (pulsa gelombang) atau yang gelombang sinus kontinu.
Jika 2 gelombang merambat dan memiliki frekwensi, panjang gelombang dan amplitudo dapat ditunjukan fungsi masing2 gelombang tersebut.

Dimana dan adalah fase konstan.
Maka resultan fungsi y adalah

Penggabungan gelombang suara




Seperti gambar di samping suara dari loudspeaker S dikirim melalui tabung dari titik P yang merupakan simpangan T, separuh masing2 suara merambat melalui jalur yang berbeda. Maka penerima suara menerima melalui jalur sepanjang lintasan r , perbadaan panjang lintasan tersebut dinyatakan dengan dan n=0,1,2,3,…
Sehingga hubungan antara perbadaan panjang dan sudut phase adalah

Jika perbedaan panjang beragam dari berbagai , maka sudut fhase dan penggabungan tersebut adalah konstruktif, sedang untuk beda lintasan ganjil berbagai adalah dan penggabungan adalah destruktif.
Sehingga perbedaan lintasan tersebut adalah.
konstruktif dan konstruktif (Riyn, 2008).

Aplikasi Superposisi Dua Gelombang
• Dalam teknik elektro , dalam rangkaian linier , input (waktu diterapkan-bervariasi sinyal tegangan) adalah berkaitan dengan keluaran (arus atau tegangan di mana saja di sirkuit) oleh transformasi linear. Dengan demikian, superposisi (yaitu, jumlah) dari sinyal input akan menghasilkan superposisi dari respon. Penggunaan analisis Fourier atas dasar ini sangat umum. Untuk yang lain, teknik terkait dalam analisis rangkaian, lihat teorema Superposisi .
• Dalam fisika , 's persamaan Maxwell menyiratkan bahwa (mungkin waktu bervariasi) distribusi biaya dan arus yang berhubungan dengan listrik dan medan magnet oleh transformasi linear. Dengan demikian, prinsip superposisi dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan bidang yang timbul dari biaya yang diberikan dan distribusi saat ini. Prinsip ini juga berlaku untuk persamaan diferensial linier lain yang timbul dalam fisika, seperti persamaan panas .
• Dalam teknik mesin , superposisi digunakan untuk memecahkan dan struktur defleksi balok beban gabungan ketika efek yang linier (yaitu, setiap beban tidak mempengaruhi hasil beban lain, dan pengaruh setiap beban tidak signifikan mengubah geometri sistem structural).
• Dalam hidrogeologi , prinsip superposisi diterapkan pada penarikan dari dua atau lebih air sumur pompa dalam yang ideal akuifer .
• Dalam pengendalian proses , prinsip superposisi digunakan dalam model kontrol prediktif .
• Prinsip superposisi dapat diterapkan ketika penyimpangan kecil dari solusi yang dikenal dengan sistem nonlinier dianalisis dengan linierisasi .
• Dalam musik , teori Yusuf Schillinger digunakan satu bentuk prinsip superposisi sebagai salah satu dasar Teori Rhythm dalam bukunya Sistem Schillinger Komposisi Musik (Riyn, 2008).

2.3.4 Tekanan Suara dan Intensitas Suara
 Tekanan Suara
Tingkat tekanan suara dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai puncak dari perubahan-perubahan tekanan, atau sebagai perubahan-perubahan tekanan rata-rata di sekitar tingkat tekanan barometer. Tingkat tekanan ini dinyatakan dalam mikrobar (µbar) atau dalam newton per meter persegi, di mana 1 µbar = 0,1 N/m2. Bila menyatakan tingkat tekanan suara, biasanya disebut decibel (dB) di atas tingkat ambang pendengaran rata-rata. Tingkat tekanan suara berkisar di antara ambang pendengaran pada 2 x 10-4 µbar hingga jauh di atas ambang rasa sakit pada 120 dB (setara dengan 200 x 10-4 µbar). Daya yang dipancarkan oleh suatu gelombang suara adalah sebanding dengan kuadrat dari tekanan, perbandingan intensitas suara dalam dB adalah sama dengan tingkat tekanan suara dalam dB. Sebuah daftar dari tingkat tekanan suara dalam mikrobar, yang dibandingkan dengan tingkat dB yang setara dan tingkat intensitas yang setara pada telinga rata-rata disajikan dalam Gambar Pada daftar ini diperlihatkan tingkat–tingkat untuk beberapa suara yang khas.
Daya suara yang timbul oleh orkestra yang besar berkisar dari beberapa mikrowatt saja pada baris-baris yang paling lunak hingga beberapa watt pada baris–baris yang paling keras. Daya pembicaraan berkisar dari beberapa mikrowatt bila orang hanya berbisik hingga beberapa miliwatt bila berteriak. Tetapi, yang paling menentukan kekerasan (loudness) suara ialah intensitas suara di tempat pendengar (Anonim, 2010).
Setiap sumber suara akan menghasilkan instensitas suara yang berbeda-beda. Ilustrasi berikut dimaksudkan untuk memberikan gambaran, seberapa besar energi suara yang datang ke telinga kita apabila kita berada di dekat dan terpapar suara yang dihasilkan sumber. Penting untuk diketahui, supaya kita aware dalam menjaga telinga yang dititipkan kepada kita, serta tentunya aware terhadap telinga orang lain (apabila kita membunyikan suatu sumber suara). Tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level) menunjukkan seberapa besar perubahan tekanan yang dialami oleh medium (pada umumnya udara) dari kondisi setimbangnya. Misalnya jika kita memberikan perubahan sebesar 20 mikro Pascal, maka telinga akan mempersepsinya sebagai suara dengan level 0 dB, sedangkan bila perubahannya sebesar 100 juta mikro Pascal, akan dipersepsi sebagai suara dengan level 140 dB.



 Intensitas Suara
Intensitas didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan tiap satuan luas tiap satuan waktu. Karena energi tiap satuan waktu kita ketahui sebagai pengertian daya, maka intensitas bisa dikatakan juga daya tiap satuan luas. Secara matematis :



Persamaan 3.21
Keterangan :
I : Intensitas bunyi (W/m2)
P : Energi tiap waktu atau daya (W)
A : Luas (m2)

Jika sumber bunyi memancarkan ke segala arah sama besar (isotropik), luas yang dimaksud sama dengan luas permukaan bola, yaitu :
(3.22)
Sehingga, persamaan (3.21) dapat kita modifikasi menjadi :
(3.23)
Persamaan 3.23 tersebut menunjukkan bahwa intensitas bunyi yang didengar di suatu titik (tempat) berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Intensitas bunyi terendah yang umumnya didengar manusia memiliki nilai 10-12 W/m2. Biasanya disebut sebagai intensitas ambang (I0). Jangkauan intensitas bunyi ini sangat lebar berkaitan dengan kuat bunyi, sehingga secara tidak langsung kuat bunyi sebanding dengan intensitasnya (Suwanto, 2008).
Berikut beberapa data intensitas dan tingkat intensitas bunyi dalam kehidupan sehari-hari…
Sumber bunyi Tingkat intensitas (dB) Keterangan
Ambang pendengaran 0 Ambang pendengaran
Bernapas normal, Gemerisik dedaunan 10 Nyaris tak terdengar
Bisikan (rata-rata) 20 Sangat tenang
Perpustakaan yang tenang, radio yang pelan 40 Tenang
Kantor yang tenang, mobil yang bunyinya tidak berisik 50
Pembicaraan biasa 65
Lalu lintas yang ramai 70
Kantor bising dengan mesin pabrik biasa 80 Bisa merusak pendengaran jika keseringan
Kereta api, truk berat 90
Kereta api (tua), sirine pada jarak 30 meter 100
Konser rock dalam ruangan, pesawat jet (jarak 60 meter). 120 Ambang rasa sakit
Senapan mesin 130

 Taraf Intensitas Suara
Hubungan antara kuat bunyi dan intensitas bunyi diberikan oleh Alexander Graham Bell dengan mendefiniskannya sebagai taraf intensitas bunyi. Taraf Intensitas Bunyi adalah logaritma perbandingan intensitas bunyi terhadap intensitas ambang. Secara matematis, taraf intensitas bunyi didefinisikan sebagai :
(3.24)
Keterangan :
TI : Taraf intensitas bunyi (desiBell disingkat dB)
I : Intensitas bunyi (W/m2)
I0 : Intensitas ambang pendengaran manusia (10-12 W/m2

Untuk n buah sumber bunyi identik, misalnya ada n sirine yang dinyalakan bersama-sama, maka besarnya taraf intensitas bunyi dinyatakan sebagai :
(3.25)
TI1 adalah taraf intensitas bunyi untuk satu buah sumber.
Jika didengar di dua titik yang jaraknya berbeda, besar intensitas bunyi di titik ke-2 bisa dinyatakan sebagai :
(3.26)

Batas intensitas bunyi yang bisa didengar telinga manusia normal antara lain sebagai berikut:
1) Intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran pada telinga manusia adalah sebesar 10-12Wm-2 pada frekuensi 1.000 Hz dan disebut intensitas ambang Pendengaran.
2) Intensitas terbesar yang masih dapat diterima telinga manusia tanpa rasa sakit adalah sebesar 1 Wm-2. Jadi, batasan pendengaran terendah pada manusia adalah 10-12 Wm-2 dan batasan pendengaran tertinggi pada manusia adalah 1 Wm-2 (Farida, 2010).
Perbandingan tingkat tekanan suara dengan skala tingkat intensitas suara
Telinga manusia termasuk sensor yang sangat peka, dapat mendeteksi intensitas suara dalam orde 10-13 W/m2. Nilai ini adalah setara dengan selaput telinga sebesar 10-12 m, suatu jarak yang sama dengan seperseratus diameter suatu molekul hidrogen. Pendengaran tidak sama pekanya pada semua frekuensi. Intensitas suara minimum yang masih dapat didengar dinamakan ambang pendengaran.
• Taraf intensitas bunyi dinyatakan sebagai logaritma perbandingan intensitas gelombang dan intensitas ambang, yaitu:


• Taraf intensitas, lebih umum dinyatakan dalam satuan desibel (dB) yaitu:



Contoh Soal + jawaban
1) Seorang anak berteriak di tanah lapang, dan menghasilkan taraf intensitas 60 dB, diukur dari jarak 10 meter. Jika ada 10 orang anak berteriak dengan intensitas bunyi yang sama dan di ukur dari dan diukur dari jarak 10 meter, hitunglah taraf intensitas anak-anak tersebut.
Penyelesaian:
TIn = TI1 + 10 log n
= 60 dB +(10 log 10) dB
= 60 dB + 10 dB
= 70 dB.


2) Taraf intensitas bunyi sebuah air dari jarak 1 meter adalah 60 dB. Tentukan taraf intensitasnya jika diamati dari jarak 10 meter.
Penyelesaian:
Diketahui: TI1 = 60 dB; r1 = 1 m; r2 = 10 m
TI2¬ = TI1 – 20 log r1/r2
= (60 dB) – 20 log (10 m/1 m) dB = (60 dB) - (20 dB)
= 40 dB.

2.4 Aplikasi dan Pemanfaatan Gelombang Suara
(1) Aplikasi Ultrasonik. Gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain:
a. kacamata tunanetra, dilengkapi dengan alat pengirim dan penerima ultrasonik memanfaatkan pengiriman dan penerimaan ultrasonik. Perhatikan bentuk kaca tuna netra pada gambar berikut.

b. mengukur kedalaman laut, untuk menentukan kedalaman laut (d) jika diketahui cepat rambat bunyi (v) dan selang waktu (t), pengiriman dan penerimaan pulsa adalah :


c. alat kedokteran, misalnya pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Sebagai contoh, scaning ultrasonic dilakukan dengan menggerak-gerakan probe di sekitar kulit perut ibu yang hamil akan menampilkan gambar sebuah janin di layar monitor. Dengan mengamati gambar janin, dokter dapat memonitor pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan janin. Tidak seperti pemeriksaan dengan sinar X, pemeriksaan ultrasonik adalah aman (tak berisiko), baik bagi ibu maupun janinnya karena pemerikasaan atau pengujian dengan ultrasonic tidak merusak material yang dilewati, maka disebutlah pengujian ultrasonic adalah pengujian tak merusak (non destructive testing, disingkat NDT). Tehnik scanning ultrasonic juga digunakan untuk memeriksa hati (apakah ada indikasi kanker hati atau tidak) dan otak.

(2) Manfaat cepat rambat bunyi dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a) Cepat rambat gelombang bunyi juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk mengetahui siang dan malam.
b) Pada malam hari kita mendengar suara lebih jelas daripada siang hari karena kerapatan udara pada malam hari lebih rapat dibandingkan dengan siang hari.

(3) Resonansi sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
- Pemanfaatan resonansi pada alat musik seperti seruling, kendang, beduk dan lainnya.
(4) Manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
a) menentukan kedalaman laut
Pada dinding kapal bagian bawah dipasang sebuah sumber getaran (osilator). Di dekat osilator dipasang alat penerima getaran (hidrofon). Jika waktu getaran (bunyi) merambat (t) sekonuntuk menempuh jarak bolak-balik yaiu 2 L meter, maka cepat rambat dapat dihitung sebagai berikut.

Di mana:
v = cepat rambat bunyi (m/s)
L = dalamnya laut (m)
t = waktu (t)
b) melakukan survei geofisika
Mendeteksi, menentukan lokasi dan mengklasifikasikan gangguan di bumi atau untuk menginformasikan struktur bumi, mendeteksi lapisan batuan yang mengandung endapan minyak
c) prinsip pemantulan ultrasonik dapat digunakan untuk mengukur ketebalan pelat logam, pipa dan pembungkus logam yang mudah korosi (karat).
d) Mendeteksi retak-retak pada struktur logam
Untuk mendeteksi retak dalam struktur logam atau beton digunakan scanning ultrasonic inilah yang digunakan untuk memeriksa retak-retak tersembunyi pada bagian-bagian pesawat terbang, yang nanti bisa membahayakan penerbangan pesawat. Dalam pemerikasaan rutin, bagian-bagian penting dari pesawat di-scaning secara ultrasonic. Jika ada retakan dalam logam, pantulan ultrasonic dari retakan akan dapat dideteksi. Retakan ini kemudian diperiksa dan segera diatasi sebelum pesawat diperkenankan terbang (Rosyid, 2010).













BAB III
KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya.
2. Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait.
3. Ada beberapa syarat bunyi dapat terdengar telinga kita. Pertama, adanya sumber bunyi. Kedua, ada mediumnya. Bunyi dapat merambat dalam medium. Ketiga, bunyi dapat didengar telinga.
4. Kecepatan suara adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kecepatan gelombang suara yang melalui medium elastis.
5. Dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang merambat suatu medium.
6. Superposisi Gelombang adalah penjumlahan dua gelombang atau lebih dapat melintasi ruang yang sama tanpa ada ketergantungan satu gelombang dengan yang lain.
7. Tingkat tekanan suara dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai puncak dari perubahan-perubahan tekanan, atau sebagai perubahan-perubahan tekanan rata-rata di sekitar tingkat tekanan barometer.
8. Intensitas didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan tiap satuan luas tiap satuan waktu.









DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Bunyi. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunyi. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Farida, Meity. 2010. Persamaan Gelombang Berjalan. http://meityfarida.wordpress.com/ 2010/07/23/persamaan-gelombang-berjalan/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Hakim, Rachman. 2009. Teori Gelombang. http://rachman.blog.uns.ac.id/2009/09/05/teori-gelombang/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Hamid, A. Mustofa. 2011. Konsep Umum Dasar Gelombang. http://mustofaabi hamid.blogspot.com/2011/02/konsep-umum-dasar-gelombang.html. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Idris. 1996. Spektrum Gelombang Suara. http://shatomedia.com/2008/12/spektrum-gelombang-suara/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Riyn. 2008. Superposisi dan Dispersi Gelombang. http://riyn.multiply.com/journal/ superposisi-dispersi-gelombang/item/47. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Rosyid. 2010. Konsep Gelombang Suara. http://rosyid.blog.uns.ac.id/2010/04/05/konsep-gelombang-suara/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Suwanto, Darma. 2008. Gelombang Bunyi. http://fisikon.com/kelas3/gelombang-bunyi. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.

dasar dasar akustik

KONSEP DASAR GELOMBANG

DI SUSUN
OLEH:
Kelompok 2
Atik Hendika Lyusta 08091005018
Herni Tri Nopiyanti 08091005023
Jossia A.H. Sitinjak 08091005015
Rifki Pramada 08091005013
Sony Heron 08091005028

Dosen Pengampu : Dr. Fauziyah
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2011
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkatNyalah kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Konsep Dasar Gelombang. Dimana sekarang ini gelombang, terutama gelombang suara sering menjadi faktor utama dalam mendukung perkembangan teknologi.
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal).
Dengan mempelajari konsep dasar gelombang, yang termasuk di dalamnya proses pembentukan gelombang, persamaan gelombang, kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, intensitas suara, dan tekanan suara, diharapkan mampu memahami apa gelomabang itu sendiri dan mampu mengaplikasikannya dalam bidang akustik. Oleh karena itu dengan adanya makalah ini diharapkan kita dapat lebih memahami bagaimana cara memahami karakteristik dan sifat-sifat gelombang sebagai langkah awal dalam mempelajari bidang ilmu akustik. Makalah ini tentunya jauh dari kesempurnaan maka dari itu apabila terdapat kesalahan kami mohon maaf dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembacanya.



Indralaya, Maret 2011


Tim Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………........................................i
DAFTAR ISI ………………………………………………………..................................ii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................................1
1.1. Latar Belakang ................................................................................................1
1.2. Tujuan .............................................................................................................2
1.3. Manfaat ...........................................................................................................3
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................4
2.1. Definisi Gelombang ........................................................................................4
2.2. Sifat Umum Gelombang .................................................................................6
2.3. Konsep Dasar Gelombang ..............................................................................7
2.3.1. Pembentukan Gelombang ............................................................................7
2.3.2. Persamaan Gelombang ................................................................................9
2.3.3. Kecepatan Suara, Dispersi, dan Superposisi Dua Gelombang ...................13
2.3.4. Tekanan Suara dan Intensitas Suara ...........................................................18
2.4. Aplikasi dan Pemanfaatan Gelombang Suara ...............................................23
BAB III. KESIMPULAN …………………………………………………………..…….26
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................27














BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mendorong terciptanya alat pengirim dan penerima informasi yang mempunyai cara kerja dengan mengirim atau menerima gelombang. Tanpa disadari setiap makhluk hidup di bumi ini hidup dalam lautan gelombang. Sinar matahari, sinar kosmis yang setiap saat menghujani bumi, suara bising di jalan, sampai gelombang radio dari seluruh pemancar di seluruh dunia, berkelebatan tak henti – hentinya di sekitar makhluk hidup di bumi ini. Sayangnya hanya sedikit gelombang yang dapat terlihat oleh mata manusia secara langsung. Bunyi adalah suatu bentuk gelombang longitudinal yang merambat secara perapatan dan perenggangan terbentuk oleh partikel zat perantara serta ditimbulkan oleh sumber bunyi yang mengalami getaran. Apabila sebuat senar gitar kita petik maka akan terjadi getaran pada senar gitar yang menimbulkan bunyi. Jika senar dawai gitar tersebut kita pegang, maka getaran dan bunyi pada senar akan hilang.
Dalam sehari-hari Anda sering berhadapan dengan fenomena bunyi. Misalnya, Anda suka mendengar musik, Anda senang memperhatikan seseorang bermain gitar, seruling, terompet dan sebagainya. Peristiwa yang berkaitan dengan musik lainnya seperti Anda senang menonton konser. Ada kalanya Anda ketakutan terhadap bunyi, misalnya suara ledakan, pertir, dan sebagainya. Beberapa fenomena bunyi sering muncul pertanyaan-pertanyaan, misalnya, apakah bunyi terdengar paling bagus di ruang hampa? Di samping itu, kalau kita perhatikan di geung-gedung bioskop atau pada gedung konser, mengapa pada gedung tersebut dipasang peredam suara? Berkaitan dengan bunyi pula, mengapa kelelawar terbang malam tanpa menabrak? Mengapa bunyi petir pada malam hari terdengar lebih keras daripada siang hari?
Terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut orang sering menanggapi sebagai berikut. Kecepatan bunyi paling cepat adalah di ruang hampa karena tidak ada penghalang sehingga bunyi bebas saja lewat. Demikian pula terhadap pendengaran bunyi akan paling bagus pada ruang hampa karena tak ada penghalang. Pada gedung konser sering dipasang alat peredam suara dengan tujuan suara dari penyanyi agar merdu dan nyaring. Tehadap pertanyaan kelelawar yang terbang malam hari tak menabrak karena penglihatannya sangat tajam sehingga dapat melihat penghalang di depannya sangat cepat. Terhadap pertanyyan petir yang keras di malam hari karena pada waktu malam hari tidak ada aktivitas, suasana menjadi sepi sehingga kalau ada petir akan kedengaran sangat keras dibandingkan dengan siang hari.
Pikiran-pikiran atau tanggapan tersebut adalah miskonsepsi. Secara lebih rinci, berikut disajikan konsep ilmiah, konsep-konsep esensial dan strategis berkaitan dengan bunyi sebagai gelombang (Suwanto, 2008).
Pikirkan sejenak tentang partikel-partikel dari mana udara dibuat. Di mana partikel-partikel ini padat, tekanan udara bertambah, di mana partikel-partikel jarang, tekanan berkurang. Gejala yang disebarkan oleh perubahan tekanan ini disebut sebagai gelombang suara. Suatu gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti gelombang. Jarak antara dua titik geografis (yaitu dua titik di antara mana tekanan suara maksimum dari suatu suara murni dihasilkan) yang dipisahkan hanya oleh satu periode dan yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan "gelombang suara", yang dinyatakan sebagai (m). Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait. Salah satu jenis gelombang adalah gelombang mekanik, yang menyebar melalui media di mana substansi media ini cacat.
Dengan mengetahui segala aspek gelombang, baik itu proses pembentukannya, perambatannya, serta karakteristik gelombang suara, maka dengan mudahnya kita bisa mengaplikasikan dan mengimplementasikan seluruh aspek dan karaktersitik gelombang pada sistem akustik. Akustik pasti akan selalu beriringan dengan gelombang, tanpa gelombang akustik tidak bisa disebut akustik. Oleh karena itu, pengaruh gelombang sangat berarti dan mempunyai manfaat yang luar biasa dalam perkembangan dunia teknologi yang semakin mumpuni seperti sekarang ini. Selain itu, pengaruh gelombang dalam pendukung teknologi sangat berpengaruh besar. Tidaklah lengkap jika gelombang tidak dikaitkan dengan aspek teknologi. Oleh karena itu, sangat penting dalam mempelajari dan memahami konsep dasar gelombang (Hakim, 2009).

1.2 Tujuan
- Untuk mengetahui karakteristik gelombang, terutama gelombang suara dalam peranannya dalam bidang akustik.
- Memahami mekanisme kerja gelombang dan proses-proses terjadinya gelombang.
- Menginformasikan tentang konsep dasar gelombang.
- Mengetahui tentang kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, tekanan udara, dan intensitas udara yang mempengaruhi suatu sistem akustik.
- Mendeskripsikan gejala dan ciri-ciri gelombang secara umum dan penerapannya dalam kehidupan sehari.

1.3 Manfaat
- Mampu mendeskripsikan konsep dasar gelombang beserta segala aspek-aspeknya.
- Mampu memahami karakteristik gelombang dan sifat-sifat gelombang sebagai dasar dalam mempelajari akustik.
- Mampu menjelaskan proses pembentukan gelombang, kecepatan suara, dispersi, superposisi dua gelombang, intensitas suara, dan tekanan suara.
- Mampu mendeskripsikan gejala gelombang dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Gelombang
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.
Gelombang adalah getaran yang merambat. Bentuk ideal dari suatu gelombang akan mengikuti gerak sinusoide. Selain radiasi elektromagnetik, dan mungkin radiasi gravitasional, yang bisa berjalan lewat vakum, gelombang juga terdapat pada medium (yang karena perubahan bentuk dapat menghasilkan gaya memulihkan yang lentur) di mana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energi dari satu tempat kepada lain tanpa mengakibatkan partikel medium berpindah secara permanen; yaitu tidak ada perpindahan secara masal. Malahan, setiap titik khusus berosilasi di sekitar satu posisi tertentu (Hakim, 2009).
Pada penjelasan di atas, telah disebutkan beberapa contoh gelombang yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun terdapat banyak contoh gelombang dalam kehidupan kita, secara umum hanya terdapat dua jenis gelombang saja, yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Pembagian jenis gelombang ini didasarkan pada medium perambatan gelombang.
1) Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang perantaranya butuh medium. Misalnya: gelombang air, gelombang bunyi, gelombang slinki, gelombang bunyi, gelombang permukaan air, dan gelombang pada tali.
2) Gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang perambatannya tidak memerlukan medium. Misalnya gelombang cahaya, cahaya, sinar ultra violet, infra merah, gelombang radar, gelombang radio, gelombang TV, sinar – X, dan sinar gamma (γ).
Sedangkan berdasarkan arah rambatan dan getarannya, dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya. Contoh gelombang transversal adalah gelombang tali. Ketika kita akan menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus
dengan arah gerak gelombang. Perhatikan Gambar di bawah ini.

Gambar 1.1 . Gelombang transversal pada tali
Ketika kita menggerakan tali naik turun, tampak bahwa tali bergerak naik turun dalam arah tegak lurus dengan arah gerak gelombang. Bentuk gelombang transversal tampak seperti pada Gambar 1.2. (Hamid, 2011).

Gambar 1.2. Bentuk gelombang Tranversal pada tali

Pada Gambar 1.2, tampak bahwa gelombang merambat ke kanan pada bidang horisontal, sedangkan arah getaran naik-turun pada bidang vertikal. Garis putus-putus yang digambarkan di tengah sepanjang arah rambat gelombang menyatakan posisi setimbang medium (misalnya tali atau air). Titik tertinggi gelombang disebut puncak sedangkan titik terendah disebut lembah. Amplitudo adalah ketinggian maksimum puncak atau kedalaman maksimum lembah, diukur dari posisi setimbang. Jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada gelombang disebut panjang gelombang (disebut lambda – huruf Yunani). Panjang gelombang juga bisa juga dianggap sebagai jarak dari puncak ke puncak atau jarak dari lembah ke lembah.
2) Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarannya (misalnya gelombang slinki). Gelombang yang terjadi pada slinki yang digetarkan, berupa rapatan dan regangan. Jarak dua rapatan yang berdekatan atau dua regangan yang berdekatan disebut satu gelombang (Hakim, 2009).
Contoh: getaran sinar gitar yang dipetik, getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya. Perhatikan Gambar 1.3.

Gambar 1.3. Gelombang Longitudinal pada slinki
Pada Gambar 1.3, tampak bahwa arah getaran sejajar dengan arah rambatan gelombang. Serangkaian rapatan dan regangan merambat sepanjang pegas. Rapatan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling mendekat, sedangkan regangan merupakan daerah di mana kumparan pegas saling menjahui. Panjang gelombang adalah jarak antara rapatan yang berurutan atau regangan yang berurutan. Yang dimaksudkan di sini adalah jarak dari dua titik yang sama dan berurutan pada rapatan atau regangan. Salah satu contoh gelombang logitudinal adalah gelombang suara di udara. Udara sebagai medium perambatan gelombang suara, merapat dan meregang sepanjang arah rambat gelombang udara.

Gambar 1.5. panjang gelombang longitudinal
Pada gelombang longitudinal, satu gelombang (1λ) terdiri dari 1 rapatan dan 1 renggangan. Panjang gelombang didefinisikan sebagai sebagai jarak antara dua pusat rapatan yang berdekatan atau jarak antara dua pusat renggangan yang berdekatan.

2.2 Sifat Umum Gelombang
Gelombang mempunyai beberapa sifat umum, yaitu:
• Gelombang dapat mengalami pemantulan (refleksi)
Pada setiap pemantulan gelombang akan berlaku sudut datang gelombang sama dengan sudut pantulnya. Gelombang datang, garis normal dan gelombang pantul terletak pada satu bidang datar.
• Gelombang dapat mengalami pembiasan (refraksi)
Bila dalam perambatannya, sebuah gelombang melewati bidang batas dua medium, maka arah gelombang datang tersebut akan mengalami pembelokkan, arah pembelokkan gelombang ini disebut dengan pembiasan. Hukum Snellius menyebutkan,
“bila gelombang datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat maka
gelombang akan dibiaskan mendekati garis normal, dan sebaliknya”
Jadi dalam pembiasan gelombang besar kecepatan gelombang akan berubah, demikian juga panjang gelombangnya akan berubah, yang tetap adalah frekuensi gelombang.
• Gelombang dapat mengalami penggabungan (interferensi)
Apa yang terjadi bila dua buah gelombang atau lebih saling bertemu? Pada benda pertemuan akan menyebabkan terjadinya tumbukan, benda yang satu akan terpental dari benda yang lain. Tumbukan seperti itu tidak pernah terjadi pada gelombang, dua gelombang yang bertemu akan saling lewat begitu saja seakan – akan merambat sendiri – sendiri tanpa halangan. Perpaduan antara dua buah gelombang atau lebih pada suatu tempat pada saat yang bersamaan itulah yang di sebut interferensi.
• Gelombang dapat mengalami lenturan (difraksi)
Bila suatu gelombang melewati suatu penghalang yang mempunyai celah sempit, maka menurut Huygens, titik – titik pada celah yang sempit itu akan menjadi sumber gelombang yang baru dan meneruskan gelombang tersebut ke segala arah (Idris, 1996).

2.3 Konsep Dasar Gelombang
2.3.1 Pembentukan Gelombang
Dalam matematika dan sains, sebuah gelombang gangguan yang bergerak melalui ruang dan waktu , biasanya disertai dengan transfer energi. Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait. Salah satu jenis gelombang adalah gelombang mekanik, yang menyebar melalui media di mana substansi media ini cacat. Sebagai contoh, gelombang suara merambat melalui molekul udara menabrak tetangga mereka. Ini transfer beberapa energi untuk tetangga ini, yang akan menyebabkan kaskade tumbukan antara molekul tetangga. Ketika molekul udara berbenturan dengan tetangga mereka, mereka juga terpental jauh dari mereka (memulihkan kekuatan). Hal ini membuat molekul-molekul dari melanjutkan perjalanan ke arah gelombang yang akan diteruskan dan yang ditimbulkan dari sesuatu penghasil gelombang yang telah diterima oleh sensor atau elemen penerima (Hamid, 2011).
Untuk melihat bagaimana bunyi dihasilkan dan mengapa bunyi termasuk gelombang longitudinal, mari kita perhatikan getaran dari diafragma pengeras suara. Ketika diafragma bergerak radial keluar, diafragma ini memampatkan udara yang langsung ada di depannya, seperti ditunjukkan pada Gambar 1.6. Pemampatan ini menyebabkan tekanan udara bertambah sedikit di atas tekanan normal. Daerah yang tekanan udaranya bertambah disebut rapatan. Rapatan ini bergerak menjauh dari pengeras suara pada kecepatan bunyi. Rapatan ini mirip dengan daerah rapatan pada kumparan-kumparan dalam gelombang longitudinal pada slinki. Setelah menghasilkan rapatan, diafragma membalik arah gerakannya menjadi radial ke dalam. Gerakan diafragma ke dalam menghasilkan suatu daerah yang dikenal sebagai renggangan. Renggangan ini menyebabkan tekanan udara sedikit lebih kecil daripada tekanan normal.

Gambar 1.6 Diafragma pengeras suara bergerak : (a) radial keluar, (b) radial ke dalam
Seperti telah disinggung di atas, bunyi memerlukan medium pada saat merambat. Medium tersebut dapat berupa zat padat, zat cair, maupun zat gas. Bunyi tak dapat merambat pada ruang hampa. Jika kita bercakap-cakap, maka bunyi yang kita dengar merambat dari pita suara yang berbicara menuju pendengar melalui medium udara (Rosyid, 2010).
Ada beberapa syarat bunyi dapat terdengar telinga kita. Pertama, adanya sumber bunyi. Misalnya, ada gitar yang dipetik, ada gong yang dipukul, ada yang bersuara dan ada suara kendaraan lewat. Kedua, ada mediumnya. Bunyi dapat merambat dalam medium udara (zat gas), air (zat cair) maupun zat padat. Ketiga, bunyi dapat didengar telinga bila memiliki frekuensi 20 - 20.000 Hz. Batas pendengaran manusia adalah pada frekuensi tersebut bahkan pada saat dewasa terjadi pengurangan interval tersebut karena faktor kebisingan atau sakit. Berdasarkan batasan pendengaran manusia itu gelombang dapat dibagi menjadi tiga yaitu audiosonik (20-20.000 Hz), infrasonik (di bawah 20 Hz) dan ultrasonik (di atas 20.000 Hz). Binatang-binatang banyak yang dapat mendengar di luar audio sonik. Contohnya jangkerik dapat mendengar infrasonik (di bawah 20 Hz), anjing dapat mendengar ultrasonik (hingga 25.000 Hz).
Suara adalah
• fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda
• getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang
berubah secara kontinyu terhadap waktu.




Suara berhubungan erat dengan rasa “mendengar”.
Suara/bunyi biasanya merambat melalui udara. Suara/bunyi tidak bisa
merambat melalui ruang hampa (Rosyid, 2010).
Contoh :
Jika kita mengeluarkan suara pada seember air, maka pada permukaan air akan terbentuk pola getaran atau gelombang, karena suara merupakan gelombang yang di hantarkan oleh perantara angin.
Jika kita berbicara pada suatu ruangan, maka suara kita tersebut akan terdengar oleh orang yang berada di luar ruangan, jika ruangan tersebut tidak dalam keadaan benar- benar tertutup.

2.3.2 Persamaan Gelombang
Gelombang mempunyai persamaan umum yang dapat di implementasikan dalam suatu kasus gelombang secara umum. Di bawah ini merupakan persamaan umum gelombang.
Jika cepat rambat gelombang v dan periode getarannya T, maka :




Dengan:
v = cepat rambat gelombang
λ = panjang gelombang
T = periode
f = frekuensi

Persamaan umum geombang berjalan dapat diketahui dari rumusan sebagai berikut :



Keterangan :
Y : simpangan
A : amplitude
w : kecepatan sudut
t : waktu
Persamaan gelombang jalan
Gelombang berdasarkan arah gerak dan perjalanannya dibedakan menjadi dua macam gelombang secara umum, sebagai berikut:

berjalan dari kiri ke kanan


berjalan dari kanan ke kiri



Secara umum :



Cepat rambat gelombang memenuhi hukum Melde :




Contoh Soal + jawaban
1. Gelombang air laut mendekati mercu suar dengan cepat rambat 7 m/s. Jarak antara dua dasar gelombang yang berdekatan 5 m. Tentukan:
(a) frekuensi,
(b) periode gelombang

Penyelesaian:
Perhatikan Gambar 1.6 Jarak antara dua dasar berdekatan sama dengan panjang gelombang. Jadi λ = 5 m.
(a) Frekuensi dapat dihitung dengan persamaan :
v = λf atau f = =

(b) Periode adalah kebalikan frekuensi:
T = =

2. Sebuah pemancar radio bekerja pada gelombang 1,5 m. Jika cepat rambat gelombang radio 3.108 m/s, pada frekuensi berapakah stasion radio tersebut bekerja!

Penyelesaian :
Diketahui : λ = 1,5 m, ¬¬¬¬¬ v = 3.108 m/s
Ditanya : f = ..?
Jawab : f = = = 2. 108 Hz = 200 MHz

3. Dawai sepanjang 60 cm memiliki massa 20 gr. Jika ujung-ujung dawai diikat sehingga memiliki tegangan 30 N. Tentukan :
a. panjang gelombang pada nada atas keduanya
b. frekuensi nada atas keduanya?

Penyelesaian
l = 60 cm = 0,6 m
m = 20 gr = 2.10-2 kg
F = 30 N
a) Nada atas kedua, n = 2
l2 = 3/2 λ
0,6 = 3/2. λ → λ = 0,4 m

b) Frekuensi nada atas kedua
Cepat rambat gelombang memenuhi hukum Melde :
v= =30 m/s
Berarti frekuensi nada atas kedua sebesar :
f2 = v/λ2= 30/0,4= 75 Hz
4. Suatu gelombang sinusoidal bergerak dalam arah x-positif, mempunyai amplitudo 15,0 cm, panjang gelombang 40,0 cm, dan frekuensi 8,0 Hz. Posisi vertikal dari elemen medium pada t = 0 dan x = 0 adalah 15,0 cm seperti pada gambar.
a). Tentukan bilangan gelombang, periode, kecepatan sudut, dan kecepatan gelombang tersebut.
b). Tentukan tetapan fasa dan tuliskan bentuk umum fungsi gelombang

Penyelesaian:
a). Bilangan gelombang, periode, kecepatan sudut, dan kecepatan gelombang tersebut.

b). Tetapan fasa dan tuliskan bentuk umum fungsi gelombang.
Karena A = 15,0 cm dan Y = 15,0 cm pada t = 0 dan x = 0, maka

Atau tetapan fasa, f = p/2 = 900

(Farida, 2010).

2.3.3 Kecepatan Suara dan Dispersi serta Superposisi Dua Gelombang
 Kecepatan Suara
Kecepatan suara adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kecepatan gelombang suara yang melalui medium elastis. Kecepatan ini dapat berbeda tergantung medium yang dilewati (misalnya suara lebih cepat melalui udara daripada air), sifat-sifat medium tersebut, dan suhu. Namun, istilah ini lebih banyak dipakai untuk kecepatan suara di udara. Pada ketinggian air laut, dengan suhu 21 °C dan kondisi atmosfer normal, kecepatan suara adalah 344 m/detik (1238 km/jam).
Dalam dinamika fluida , kecepatan suara dalam medium fluida (gas atau cair) digunakan sebagai ukuran relatif dari kecepatan itu sendiri. Kecepatan (dalam jarak per waktu) dibagi dengan kecepatan suara dalam fluida disebut bilangan Mach .Benda bergerak dengan kecepatan lebih besar dari Mach 1 bepergian di supersonikkecepatan.
Kecepatan suara dalam gas ideal tidak bergantung pada frekuensi, tetapi lemah tergantung pada frekuensi untuk semua situasi fisik yang nyata. Ini adalah fungsi dari akar kuadrat dari temperatur, tetapi hampir independen dari tekanan ataukepadatan untuk gas yang diberikan. Untuk gas yang berbeda, kecepatan suara berbanding terbalik tergantung pada akar kuadrat dari mean berat molekul gas, dan terpengaruh untuk tingkat yang lebih rendah dengan jumlah cara di mana molekulgas dapat menyimpan panas dari kompresi , karena suara di gas adalah jenis kompresi. Meskipun, dalam kasus gas saja, kecepatan suara dapat dinyatakan dalam rasio dari kedua kerapatan dan tekanan, kuantitas ini tidak sepenuhnya independen satu sama lain, dan membatalkan kontribusi bersama mereka dari kondisi fisik, mengarah ke sebuah kecepatan ekspresi menggunakan variabel independen suhu, komposisi, dan kapasitas panas yang disebutkan di atas (Anonim, 2010).
Harga kecepatan suara untuk atmosfer standar berdasarkan U.S. Standard Atmosphere, 1962 dapat dilihat pada tabel berikut :
Ketinggian (km) Kecepatan suara (m/s)
0 340.294
1 336.435
2 332.532
3 328.583
4 324.589
5 320.543
6 316.452
7 312.306
8 308.105
9 303.848
10 299.532
11 295.154
12 295.069
13 295.069
14 295.069
15 295.069
16 295.069
17 295.069
18 295.069
19 295.069
20 295.069

Secara umum, kecepatan suara c diberikan oleh-Laplace persamaan Newton:



Dimana
C adalah koefisien kekakuan , pada modulus bulk (atau bulk modulus elastisitas untuk media gas),
ρ adalah densitas
Dengan demikian semakin meningkatnya kecepatan suara dengan kekakuan (perlawanan dari badan elastis terhadap deformasi oleh gaya yang diberikan) dari materi, dan menurun dengan kerapatan. Untuk persamaan umum negara, jika mekanika klasik yang digunakan, kecepatan suara c diberikan oleh




dimana diferensiasi diambil terhadap perubahan adiabatik.
di mana p adalah tekanan dan ρ adalah kerapatan
Jika relativistik efek yang penting, kecepatan suara dapat dihitung dari persamaan relativistik .

 Dispersi Gelombang
Ketika Anda menyentakkan ujung tali naik-turun (setengah getaran), sebuah pulsa transversal merambat melalui tali (tali sebagai medium). Sesungguhnya bentuk pulsa berubah ketika pulsa merambat sepanjang tali, pulsa tersebar atau mengalami dispersi (perhatikan Gambar 2.1). Jadi, dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang merambat suatu medium.

Gambar 2.1. Dalam suatu medium dispersi, bentuk gelombang
Kebanyakan medium nyata di mana gelombang merambat dapat kita dekati sebagai medium non dispersi. Dalam medium non dispersi, gelombang dapat mempertahankan bentuknya. Sebagai contoh medium non dispersi adalah udara sebagai medium perambatan dari gelombang bunyi. Dispersi : fenomena superposisi gelombang yang menghasilkan bentuk gelombang yang berbeda.
- Contoh medium Tak Dispersif : gelombang suara di udara,gelombang elektromagnetik pada medium. vakum.
- Contoh medium Dispersif : Gelombang laut, Gelombang cahaya
melewati pandu gelombang (Riyn, 2008).
 Superposisi Dua Gelombang
Superposisi Gelombang : penjumlahan dua gelombang atau lebih dapat melintasi ruang yang sama tanpa ada ketergantungan satu gelombang dengan yang lain. Elastisitas medium akan mempengaruhi bentuk gelombang yang dihasilkan. Prinsip superposisi dapat diterapkan ke gelombang setiap kali dua (atau lebih) gelombang perjalanan melalui media yang sama pada waktu yang sama. Gelombang melewati satu sama lain tanpa terganggu. Perpindahan bersih dari media pada setiap titik dalam ruang atau waktu, hanyalah jumlah dari perpindahan gelombang individu. Hal ini berlaku hingga gelombang yang panjang (pulsa gelombang) atau yang gelombang sinus kontinu.
Jika 2 gelombang merambat dan memiliki frekwensi, panjang gelombang dan amplitudo dapat ditunjukan fungsi masing2 gelombang tersebut.

Dimana dan adalah fase konstan.
Maka resultan fungsi y adalah

Penggabungan gelombang suara




Seperti gambar di samping suara dari loudspeaker S dikirim melalui tabung dari titik P yang merupakan simpangan T, separuh masing2 suara merambat melalui jalur yang berbeda. Maka penerima suara menerima melalui jalur sepanjang lintasan r , perbadaan panjang lintasan tersebut dinyatakan dengan dan n=0,1,2,3,…
Sehingga hubungan antara perbadaan panjang dan sudut phase adalah

Jika perbedaan panjang beragam dari berbagai , maka sudut fhase dan penggabungan tersebut adalah konstruktif, sedang untuk beda lintasan ganjil berbagai adalah dan penggabungan adalah destruktif.
Sehingga perbedaan lintasan tersebut adalah.
konstruktif dan konstruktif (Riyn, 2008).

Aplikasi Superposisi Dua Gelombang
• Dalam teknik elektro , dalam rangkaian linier , input (waktu diterapkan-bervariasi sinyal tegangan) adalah berkaitan dengan keluaran (arus atau tegangan di mana saja di sirkuit) oleh transformasi linear. Dengan demikian, superposisi (yaitu, jumlah) dari sinyal input akan menghasilkan superposisi dari respon. Penggunaan analisis Fourier atas dasar ini sangat umum. Untuk yang lain, teknik terkait dalam analisis rangkaian, lihat teorema Superposisi .
• Dalam fisika , 's persamaan Maxwell menyiratkan bahwa (mungkin waktu bervariasi) distribusi biaya dan arus yang berhubungan dengan listrik dan medan magnet oleh transformasi linear. Dengan demikian, prinsip superposisi dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan bidang yang timbul dari biaya yang diberikan dan distribusi saat ini. Prinsip ini juga berlaku untuk persamaan diferensial linier lain yang timbul dalam fisika, seperti persamaan panas .
• Dalam teknik mesin , superposisi digunakan untuk memecahkan dan struktur defleksi balok beban gabungan ketika efek yang linier (yaitu, setiap beban tidak mempengaruhi hasil beban lain, dan pengaruh setiap beban tidak signifikan mengubah geometri sistem structural).
• Dalam hidrogeologi , prinsip superposisi diterapkan pada penarikan dari dua atau lebih air sumur pompa dalam yang ideal akuifer .
• Dalam pengendalian proses , prinsip superposisi digunakan dalam model kontrol prediktif .
• Prinsip superposisi dapat diterapkan ketika penyimpangan kecil dari solusi yang dikenal dengan sistem nonlinier dianalisis dengan linierisasi .
• Dalam musik , teori Yusuf Schillinger digunakan satu bentuk prinsip superposisi sebagai salah satu dasar Teori Rhythm dalam bukunya Sistem Schillinger Komposisi Musik (Riyn, 2008).

2.3.4 Tekanan Suara dan Intensitas Suara
 Tekanan Suara
Tingkat tekanan suara dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai puncak dari perubahan-perubahan tekanan, atau sebagai perubahan-perubahan tekanan rata-rata di sekitar tingkat tekanan barometer. Tingkat tekanan ini dinyatakan dalam mikrobar (µbar) atau dalam newton per meter persegi, di mana 1 µbar = 0,1 N/m2. Bila menyatakan tingkat tekanan suara, biasanya disebut decibel (dB) di atas tingkat ambang pendengaran rata-rata. Tingkat tekanan suara berkisar di antara ambang pendengaran pada 2 x 10-4 µbar hingga jauh di atas ambang rasa sakit pada 120 dB (setara dengan 200 x 10-4 µbar). Daya yang dipancarkan oleh suatu gelombang suara adalah sebanding dengan kuadrat dari tekanan, perbandingan intensitas suara dalam dB adalah sama dengan tingkat tekanan suara dalam dB. Sebuah daftar dari tingkat tekanan suara dalam mikrobar, yang dibandingkan dengan tingkat dB yang setara dan tingkat intensitas yang setara pada telinga rata-rata disajikan dalam Gambar Pada daftar ini diperlihatkan tingkat–tingkat untuk beberapa suara yang khas.
Daya suara yang timbul oleh orkestra yang besar berkisar dari beberapa mikrowatt saja pada baris-baris yang paling lunak hingga beberapa watt pada baris–baris yang paling keras. Daya pembicaraan berkisar dari beberapa mikrowatt bila orang hanya berbisik hingga beberapa miliwatt bila berteriak. Tetapi, yang paling menentukan kekerasan (loudness) suara ialah intensitas suara di tempat pendengar (Anonim, 2010).
Setiap sumber suara akan menghasilkan instensitas suara yang berbeda-beda. Ilustrasi berikut dimaksudkan untuk memberikan gambaran, seberapa besar energi suara yang datang ke telinga kita apabila kita berada di dekat dan terpapar suara yang dihasilkan sumber. Penting untuk diketahui, supaya kita aware dalam menjaga telinga yang dititipkan kepada kita, serta tentunya aware terhadap telinga orang lain (apabila kita membunyikan suatu sumber suara). Tingkat tekanan suara (Sound Pressure Level) menunjukkan seberapa besar perubahan tekanan yang dialami oleh medium (pada umumnya udara) dari kondisi setimbangnya. Misalnya jika kita memberikan perubahan sebesar 20 mikro Pascal, maka telinga akan mempersepsinya sebagai suara dengan level 0 dB, sedangkan bila perubahannya sebesar 100 juta mikro Pascal, akan dipersepsi sebagai suara dengan level 140 dB.



 Intensitas Suara
Intensitas didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan tiap satuan luas tiap satuan waktu. Karena energi tiap satuan waktu kita ketahui sebagai pengertian daya, maka intensitas bisa dikatakan juga daya tiap satuan luas. Secara matematis :



Persamaan 3.21
Keterangan :
I : Intensitas bunyi (W/m2)
P : Energi tiap waktu atau daya (W)
A : Luas (m2)

Jika sumber bunyi memancarkan ke segala arah sama besar (isotropik), luas yang dimaksud sama dengan luas permukaan bola, yaitu :
(3.22)
Sehingga, persamaan (3.21) dapat kita modifikasi menjadi :
(3.23)
Persamaan 3.23 tersebut menunjukkan bahwa intensitas bunyi yang didengar di suatu titik (tempat) berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.
Intensitas bunyi terendah yang umumnya didengar manusia memiliki nilai 10-12 W/m2. Biasanya disebut sebagai intensitas ambang (I0). Jangkauan intensitas bunyi ini sangat lebar berkaitan dengan kuat bunyi, sehingga secara tidak langsung kuat bunyi sebanding dengan intensitasnya (Suwanto, 2008).
Berikut beberapa data intensitas dan tingkat intensitas bunyi dalam kehidupan sehari-hari…
Sumber bunyi Tingkat intensitas (dB) Keterangan
Ambang pendengaran 0 Ambang pendengaran
Bernapas normal, Gemerisik dedaunan 10 Nyaris tak terdengar
Bisikan (rata-rata) 20 Sangat tenang
Perpustakaan yang tenang, radio yang pelan 40 Tenang
Kantor yang tenang, mobil yang bunyinya tidak berisik 50
Pembicaraan biasa 65
Lalu lintas yang ramai 70
Kantor bising dengan mesin pabrik biasa 80 Bisa merusak pendengaran jika keseringan
Kereta api, truk berat 90
Kereta api (tua), sirine pada jarak 30 meter 100
Konser rock dalam ruangan, pesawat jet (jarak 60 meter). 120 Ambang rasa sakit
Senapan mesin 130

 Taraf Intensitas Suara
Hubungan antara kuat bunyi dan intensitas bunyi diberikan oleh Alexander Graham Bell dengan mendefiniskannya sebagai taraf intensitas bunyi. Taraf Intensitas Bunyi adalah logaritma perbandingan intensitas bunyi terhadap intensitas ambang. Secara matematis, taraf intensitas bunyi didefinisikan sebagai :
(3.24)
Keterangan :
TI : Taraf intensitas bunyi (desiBell disingkat dB)
I : Intensitas bunyi (W/m2)
I0 : Intensitas ambang pendengaran manusia (10-12 W/m2

Untuk n buah sumber bunyi identik, misalnya ada n sirine yang dinyalakan bersama-sama, maka besarnya taraf intensitas bunyi dinyatakan sebagai :
(3.25)
TI1 adalah taraf intensitas bunyi untuk satu buah sumber.
Jika didengar di dua titik yang jaraknya berbeda, besar intensitas bunyi di titik ke-2 bisa dinyatakan sebagai :
(3.26)

Batas intensitas bunyi yang bisa didengar telinga manusia normal antara lain sebagai berikut:
1) Intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran pada telinga manusia adalah sebesar 10-12Wm-2 pada frekuensi 1.000 Hz dan disebut intensitas ambang Pendengaran.
2) Intensitas terbesar yang masih dapat diterima telinga manusia tanpa rasa sakit adalah sebesar 1 Wm-2. Jadi, batasan pendengaran terendah pada manusia adalah 10-12 Wm-2 dan batasan pendengaran tertinggi pada manusia adalah 1 Wm-2 (Farida, 2010).
Perbandingan tingkat tekanan suara dengan skala tingkat intensitas suara
Telinga manusia termasuk sensor yang sangat peka, dapat mendeteksi intensitas suara dalam orde 10-13 W/m2. Nilai ini adalah setara dengan selaput telinga sebesar 10-12 m, suatu jarak yang sama dengan seperseratus diameter suatu molekul hidrogen. Pendengaran tidak sama pekanya pada semua frekuensi. Intensitas suara minimum yang masih dapat didengar dinamakan ambang pendengaran.
• Taraf intensitas bunyi dinyatakan sebagai logaritma perbandingan intensitas gelombang dan intensitas ambang, yaitu:


• Taraf intensitas, lebih umum dinyatakan dalam satuan desibel (dB) yaitu:



Contoh Soal + jawaban
1) Seorang anak berteriak di tanah lapang, dan menghasilkan taraf intensitas 60 dB, diukur dari jarak 10 meter. Jika ada 10 orang anak berteriak dengan intensitas bunyi yang sama dan di ukur dari dan diukur dari jarak 10 meter, hitunglah taraf intensitas anak-anak tersebut.
Penyelesaian:
TIn = TI1 + 10 log n
= 60 dB +(10 log 10) dB
= 60 dB + 10 dB
= 70 dB.


2) Taraf intensitas bunyi sebuah air dari jarak 1 meter adalah 60 dB. Tentukan taraf intensitasnya jika diamati dari jarak 10 meter.
Penyelesaian:
Diketahui: TI1 = 60 dB; r1 = 1 m; r2 = 10 m
TI2¬ = TI1 – 20 log r1/r2
= (60 dB) – 20 log (10 m/1 m) dB = (60 dB) - (20 dB)
= 40 dB.

2.4 Aplikasi dan Pemanfaatan Gelombang Suara
(1) Aplikasi Ultrasonik. Gelombang ultrasonik dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain:
a. kacamata tunanetra, dilengkapi dengan alat pengirim dan penerima ultrasonik memanfaatkan pengiriman dan penerimaan ultrasonik. Perhatikan bentuk kaca tuna netra pada gambar berikut.

b. mengukur kedalaman laut, untuk menentukan kedalaman laut (d) jika diketahui cepat rambat bunyi (v) dan selang waktu (t), pengiriman dan penerimaan pulsa adalah :


c. alat kedokteran, misalnya pada pemeriksaan USG (ultrasonografi). Sebagai contoh, scaning ultrasonic dilakukan dengan menggerak-gerakan probe di sekitar kulit perut ibu yang hamil akan menampilkan gambar sebuah janin di layar monitor. Dengan mengamati gambar janin, dokter dapat memonitor pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan janin. Tidak seperti pemeriksaan dengan sinar X, pemeriksaan ultrasonik adalah aman (tak berisiko), baik bagi ibu maupun janinnya karena pemerikasaan atau pengujian dengan ultrasonic tidak merusak material yang dilewati, maka disebutlah pengujian ultrasonic adalah pengujian tak merusak (non destructive testing, disingkat NDT). Tehnik scanning ultrasonic juga digunakan untuk memeriksa hati (apakah ada indikasi kanker hati atau tidak) dan otak.

(2) Manfaat cepat rambat bunyi dalam kehidupan sehari-hari yaitu:
a) Cepat rambat gelombang bunyi juga dimanfaatkan oleh para nelayan untuk mengetahui siang dan malam.
b) Pada malam hari kita mendengar suara lebih jelas daripada siang hari karena kerapatan udara pada malam hari lebih rapat dibandingkan dengan siang hari.

(3) Resonansi sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
- Pemanfaatan resonansi pada alat musik seperti seruling, kendang, beduk dan lainnya.
(4) Manfaat pemantulan bunyi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
a) menentukan kedalaman laut
Pada dinding kapal bagian bawah dipasang sebuah sumber getaran (osilator). Di dekat osilator dipasang alat penerima getaran (hidrofon). Jika waktu getaran (bunyi) merambat (t) sekonuntuk menempuh jarak bolak-balik yaiu 2 L meter, maka cepat rambat dapat dihitung sebagai berikut.

Di mana:
v = cepat rambat bunyi (m/s)
L = dalamnya laut (m)
t = waktu (t)
b) melakukan survei geofisika
Mendeteksi, menentukan lokasi dan mengklasifikasikan gangguan di bumi atau untuk menginformasikan struktur bumi, mendeteksi lapisan batuan yang mengandung endapan minyak
c) prinsip pemantulan ultrasonik dapat digunakan untuk mengukur ketebalan pelat logam, pipa dan pembungkus logam yang mudah korosi (karat).
d) Mendeteksi retak-retak pada struktur logam
Untuk mendeteksi retak dalam struktur logam atau beton digunakan scanning ultrasonic inilah yang digunakan untuk memeriksa retak-retak tersembunyi pada bagian-bagian pesawat terbang, yang nanti bisa membahayakan penerbangan pesawat. Dalam pemerikasaan rutin, bagian-bagian penting dari pesawat di-scaning secara ultrasonic. Jika ada retakan dalam logam, pantulan ultrasonic dari retakan akan dapat dideteksi. Retakan ini kemudian diperiksa dan segera diatasi sebelum pesawat diperkenankan terbang (Rosyid, 2010).













BAB III
KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya.
2. Gerakan gelombang transfer energi dari satu titik ke titik lainnya, seringkali tanpa perpindahan tetap partikel medium-yaitu, dengan sedikit atau tidak ada transportasi massal yang terkait.
3. Ada beberapa syarat bunyi dapat terdengar telinga kita. Pertama, adanya sumber bunyi. Kedua, ada mediumnya. Bunyi dapat merambat dalam medium. Ketiga, bunyi dapat didengar telinga.
4. Kecepatan suara adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kecepatan gelombang suara yang melalui medium elastis.
5. Dispersi gelombang adalah perubahan bentuk gelombang ketika gelombang merambat suatu medium.
6. Superposisi Gelombang adalah penjumlahan dua gelombang atau lebih dapat melintasi ruang yang sama tanpa ada ketergantungan satu gelombang dengan yang lain.
7. Tingkat tekanan suara dapat dinyatakan sebagai nilai-nilai puncak dari perubahan-perubahan tekanan, atau sebagai perubahan-perubahan tekanan rata-rata di sekitar tingkat tekanan barometer.
8. Intensitas didefinisikan sebagai energi yang dipindahkan tiap satuan luas tiap satuan waktu.









DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Bunyi. http://id.wikipedia.org/wiki/Bunyi. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Farida, Meity. 2010. Persamaan Gelombang Berjalan. http://meityfarida.wordpress.com/ 2010/07/23/persamaan-gelombang-berjalan/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Hakim, Rachman. 2009. Teori Gelombang. http://rachman.blog.uns.ac.id/2009/09/05/teori-gelombang/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Hamid, A. Mustofa. 2011. Konsep Umum Dasar Gelombang. http://mustofaabi hamid.blogspot.com/2011/02/konsep-umum-dasar-gelombang.html. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Idris. 1996. Spektrum Gelombang Suara. http://shatomedia.com/2008/12/spektrum-gelombang-suara/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Riyn. 2008. Superposisi dan Dispersi Gelombang. http://riyn.multiply.com/journal/ superposisi-dispersi-gelombang/item/47. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Rosyid. 2010. Konsep Gelombang Suara. http://rosyid.blog.uns.ac.id/2010/04/05/konsep-gelombang-suara/. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.
Suwanto, Darma. 2008. Gelombang Bunyi. http://fisikon.com/kelas3/gelombang-bunyi. Diakses tanggal 12/03/2011 pukul 20.00 WIB.


a href="http://www.animationbuddy.com">Click to get cool Animations for your MySpace profile
MySpace Codes!
Powered By Blogger

join us

iklan

 
Design by http://4-jie.blogspot.com/ | Bloggerized by Fajri Alhadi